Infoindscript.com – Bekasi, 13 September 2025
Indscript Creative berkembang sebagai wadah yang menjembatani dunia literasi dengan pemberdayaan perempuan. Sejak berdiri pada 2007, perusahaan ini konsisten mendampingi ribuan penulis perempuan untuk mengekspresikan diri melalui karya, sekaligus menemukan potensi baru dalam kewirausahaan. Fokusnya bukan hanya pada lahirnya sebuah buku, tetapi juga pada cara membuat karya itu bisa memberi manfaat yang nyata. Dari waktu ke waktu, Indscript meluncurkan program inovatif agar penulis tidak berhenti di tahap berkarya, melainkan juga dapat bertumbuh sebagai pribadi yang berdaya secara finansial dan sosial.
Tahun ini, Indscript kembali meluncurkan dua gagasan segar. Program tersebut adalah Sales Academy for Writers dan Program Teman Bicara. Keduanya hadir dari pemahaman bahwa perempuan membutuhkan ruang belajar yang aplikatif sekaligus ruang aman untuk berbagi pengalaman hidup. Melalui kombinasi literasi, bisnis, dan pendampingan emosional, Indscript ingin memastikan perempuan dapat melangkah dengan lebih percaya diri.
Sales Academy for Writers
Banyak penulis memiliki karya yang kuat namun kesulitan ketika harus berhadapan dengan pasar. Buku yang ditulis dengan sepenuh hati sering kali hanya berhenti di rak atau dibeli lingkaran terdekat. Indscript melihat kondisi itu sebagai tantangan serius, sehingga lahirlah Sales Academy for Writers. Program ini didedikasikan bagi penulis yang telah bergabung dalam grup khusus penulis Indscript, agar mereka mendapat bekal praktis dalam mengembangkan kemampuan menjual buku.
Selama 30 hari berturut-turut, para penulis akan mendapatkan pendampingan intensif. Prosesnya berlangsung dalam grup khusus, sehingga peserta dapat belajar secara konsisten dengan materi yang berkesinambungan. Tidak berhenti di satu kali pertemuan, pendampingan ini disusun dengan strategi harian agar setiap penulis benar-benar bisa mempraktikkan langkah promosi. Setelah 30 hari pertama, materi akan diperbarui untuk batch berikutnya sehingga manfaatnya bisa terus berlanjut.
Tujuan dari program Sales Academy for Writers sangat terukur dan sistematis. “Tujuan kami jelas: penulis tidak hanya berkarya, tetapi juga mampu berdaya secara finansial dari karyanya,” ujar Indari Mastuti, Founder Indscript Creative. Lebih lanjut, Indari menjelaskan target sederhana namun kuat. Setiap penulis diharapkan dapat menjual minimal 100 buku, menjangkau 100 pembaca yang benar-benar merasakan dampak dari karya tersebut, dan tentu saja memperoleh cuan nyata dari dunia kepenulisan.
Data internal Indscript menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen penulis pemula mengalami kesulitan dalam menjual buku. Kondisi ini sejalan dengan penelitian Rahmawati (2023) yang menekankan pentingnya literasi finansial kreatif. Menurutnya, penulis yang mampu memandang karyanya bukan hanya sebagai ekspresi, melainkan juga sebagai produk ekonomi, akan lebih siap menghadapi dinamika pasar. Dengan demikian, Sales Academy for Writers tidak sekadar menjadi pelatihan, tetapi sarana agar penulis benar-benar memahami posisi karyanya di tengah masyarakat.
Program Teman Bicara
Selain mendukung aspek bisnis, Indscript juga memperhatikan sisi emosional perempuan. Banyak perempuan membutuhkan ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan keresahan, atau sekadar berdiskusi tanpa takut dihakimi. Untuk itu, lahirlah Program Teman Bicara, sebuah inisiatif yang memberikan wadah konsultasi dan diskusi yang suportif. Program ini dirancang agar perempuan merasa memiliki ruang aman untuk bertukar ide, membangun kepercayaan diri, sekaligus menemukan solusi dari berbagai persoalan hidup.
“Kadang, perempuan hanya butuh ruang untuk didengar. Dari situ, lahir energi baru untuk bergerak lebih kuat,” ungkap Indari Mastuti. Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya ruang komunikasi yang hangat bagi tumbuhnya kekuatan baru.
Laporan WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 35% perempuan di dunia mengalami tekanan psikologis karena tidak memiliki ruang aman untuk berbagi. Fakta global itu berhubungan erat dengan pengalaman banyak perempuan Indonesia yang lebih nyaman berbincang dengan komunitas sesama perempuan dibandingkan mencari bantuan formal. Temuan ini diperkuat dengan kajian Sari dan Nugroho (2022) yang menyatakan bahwa dukungan emosional dalam komunitas perempuan dapat meningkatkan ketahanan psikologis sekaligus memperluas kapasitas kepemimpinan. Dari sini, jelas bahwa Program Teman Bicara menjadi langkah relevan untuk memperkuat kesejahteraan emosional perempuan.
Perjalanan dan Inovasi Indscript Creative
Sejak berdiri pada 2007, Indscript Creative dikenal sebagai pelopor dalam mendampingi perempuan melalui jalur literasi dan bisnis. Dengan tagline “Berkisah Penuh Makna, Berdampak Sampai ke Surga”, perusahaan ini berupaya menghadirkan karya tulis yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh manfaat. Ribuan penulis lahir melalui bimbingan Indscript, dan banyak di antaranya kemudian mampu mengembangkan usaha dari dunia tulis-menulis.
Inovasi terbaru Indscript juga bersinggungan dengan program pemberdayaan perempuan yang dijalankan oleh Stavia, perusahaan pemanis sehat. Saat ini, Indscript tengah mempersiapkan peluncuran buku berjudul “Saat Aku Tahu Allah Tak Pernah Pergi.” Buku tersebut akan hadir sebagai ruang berbagi pengalaman dari 49 penulis yang menyelenggarakan sesi sharing secara estafet tiga kali dalam sepekan. Kehadiran buku ini menambah warna dalam perjalanan Indscript, sekaligus memperlihatkan konsistensi perusahaan dalam memberi wadah bagi suara-suara perempuan.
Penutup
Kehadiran Sales Academy for Writers dan Program Teman Bicara menunjukkan komitmen Indscript Creative dalam menjawab kebutuhan nyata perempuan Indonesia. Dari sisi literasi, penulis diberi bekal untuk memahami seni menjual buku dan membangun keberdayaan finansial. Dari sisi emosional, perempuan disediakan ruang aman untuk saling mendukung dan menemukan solusi kehidupan. Kedua program ini melengkapi perjalanan panjang Indscript yang sejak awal berdiri selalu berusaha menghubungkan literasi, bisnis, dan pemberdayaan perempuan.
Dengan langkah ini, Indscript tidak hanya memfasilitasi lahirnya karya tulis, tetapi juga memastikan karya itu menjangkau pembaca dan memberi dampak positif. Perempuan yang terlibat dalam program ini diharapkan mampu berkembang menjadi penulis yang berdaya, sekaligus individu yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Semoga inovasi ini terus membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak kisah penuh makna, yang memberi manfaat bagi sesama dan membawa keberkahan hingga akhirat.
Referensi
Rahmawati, R. (2023). Peran Dukungan Emosional terhadap Kesehatan Mental Perempuan. Jurnal Psikologi Perempuan, 12(2).
Sari, D., & Nugroho, A. (2022). Komunitas Suportif sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Psikologis Perempuan. Jurnal Gender dan Sosial, 9(1).
World Health Organization. (2023). Women’s Mental Health Report. Geneva: WHO.


