5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Dana Sosial dari Masyarakat, Kembali ke Masyarakat

Dalam situasi ketidakpastian seperti saat ini, setiap institusi, organisasi, komunitas, yayasan, maupun perusahaan harus tetap berpikir: bagaimana cara berkontribusi sosial?

Besar atau kecil kontribusinya, semua tetap berharga. Kecil berdasarkan kemampuan, besar pun juga sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah tetap ada aksi nyata.

Sekolah Perempuan Indonesia memilih cara kreatif untuk terus menggerakkan dana sosial. Kami tidak hanya mengandalkan donasi uang, melainkan membuka pintu donasi melalui sampah kering dan baju preloved.

Sampah kering, seperti kertas bekas atau botol plastik, kami setorkan ke Bank Sampah.

Baju-baju preloved dikumpulkan dan dijual kembali melalui bazar sosial, dengan harga maksimal Rp5.000 per potong.

Hasil dari keduanya menjadi dana sosial yang digunakan untuk berbagai kegiatan: berkunjung ke komunitas UMKM, mendampingi sekolah-sekolah, hingga menguatkan institusi yang membutuhkan sentuhan literasi dan pemberdayaan.

Hari ini, alhamdulillah, dana sosial juga kami salurkan untuk membantu Bencana Bali. Dana ini bersumber dari para donatur yang berpartisipasi dalam rangkaian milad ke-18 INDSCRIPT Creative, milad ke-1 Pensiunan Inspiratif, dan milad ke-12 Sekolah Perempuan Indonesia.

Inilah wujud nyata bahwa dana sosial yang dikumpulkan dari masyarakat, kembali lagi untuk masyarakat. Dari hal sederhana—sampah terpilah dan baju bekas—lahirlah keberkahan yang memberi dampak luas.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles