Pernahkah Anda membayangkan, dunia literasi yang selama ini dikenal penuh kesunyian kini ramai dengan percakapan, ulasan, dan rekomendasi yang viral?
Ini bukan lagi masa depan, melainkan era di mana buku menemukan rumah barunya di ujung jari para bookfluencer. Mereka bukan sekadar pembaca, melainkan jembatan yang menghubungkan jutaan orang dengan cerita dan ilmu pengetahuan. Bersiaplah, karena buku ini akan mengajak Anda memahami kekuatan mereka. Indscript creative dengan komunitas Writer Innovation, penulis juga diajak untuk memberikan semangat minat membaca di kalangan pelajar, guru dan expert menjadi duta literasi.
Apa Itu Bookfluencer?
Bookfluencer adalah para influencer yang fokus mempromosikan buku, membagikan ulasan, rekomendasi, dan diskusi literasi melalui platform digital seperti Instagram, tiktok, Youtube, Blog, atau x, thread.
Mereka berperan sebagai jembatan antara penerbit, penulis, dan pembaca, serta berkontribusi dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
Peran bookfluencer dalam meningkatkan minat baca
a. Mempopulerkan buku dengan gaya kekinian
– Bookfluencer menggunakan konten visual menarik (foto estetik, video pendek, reel) untuk mempresentasikan buku secara lebih relatable.
– Contoh: TikTok dengan hashtag #Bookstagram#writingInnovation berhasil membuat buku klasik seperti Melangit, Writing Innovation dan buku-buku Indscript creative lebih dikenal.
b. Membangun komunitas pembaca
– Bookfluencer menciptakan ruang diskusi bagi para booklovers melalui live session, klub baca, atau tantangan literasi.
– Contoh: Writer Innovation Community Indscript dengan yang diikuti beberapa bookfluencer yang membeli buku Writer Innovation karya Indari Mastuti
Indari Mastuti juga membangun ekosistem literasi melalui komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan platform Emak Pintar. Kedua wadah ini menjadi ruang berkumpulnya penulis perempuan untuk saling mendukung berbagi ilmu dan memasarkan karya mereka.
IIDN berperan sebagai komunitas penulis aktif yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar menulis, baik pemula maupun berpengalaman. Sementara itu, Emak Pintar hadir dalam bentuk website yang membantu perempuan mengembangkan diri, tidak hanya dalam menulis, tetapi juga dalam bisnis, blogging, dan personal branding.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Indari adalah menghadirkan beberapa bookfluencer Cindia Famelia, Arie Widowati, Jupiter Pane, ibu guru Leni untuk mendukung gerakan literasi dan promosi buku. Kehadiran para bookfluencer ini membantu karya penulis lebih mudah menjangkau pembaca melalui media sosial, khususnya Instagram dan tiktok.
Merekomendasikan buku dengan pendekatan personal
– Mereka membagikan ulasan jujur dan cerita pribadi saat membaca buku, sehingga audiens merasa terhubung secara emosional.
– Contoh: Ulasan buku *Melangit* karya Indari Mastuti dengan sudut pandang pengalaman pribadi sang bookfluencer.
d. Kolaborasi dengan penerbit dan penulis
– Bookfluencer sering diundang dalam peluncuran buku, webinar, atau sesi daring bersama penulis, mentor memperluas jangkauan promosi.
Selain Writing Innovation, Indari Mastuti juga mendirikan Sekolah Perempuan, komunitas seperti millionaire writer,guru inspiratif, pensiunan inspiratif dan lainnya.
Sebuah sarana pembelajaran menulis khusus perempuan. Di sekolah ini, para peserta didorong untuk menulis dan menerbitkan buku hanya dalam waktu tiga bulan.
Konsep Sekolah Perempuan tidak hanya sebatas belajar teori menulis. Peserta juga akan:
Mengikuti kelas menulis rutin yang dipandu mentor berpengalaman Indari Mastuti, menulis novel Reffi Dinar, menulis quote mentor Dini Masitah.
*Â Terlibat dalam event menulis tematik di infoindscript.com untuk peserta kelas nulis artikel yang memicu kreativitas. Di seleksi, artikel terbaik ditayangkan di Instagram sekolah perempuan. Kelas nulis quote, kelas nulis kisah dan lainnya.
*Â Mendapatkan bimbingan intensif agar mampu menyelesaikan naskah sesuai target. Untuk kelas nulis buku solo grup, private dengan target 3 bulan. Menulis dengan bantuan ai melalui kelas aiwriteuniversity.
* Mempelajari teknik penerbitan dan pemasaran buku secara praktis.
Kegiatan belajar berlangsung offline di kantor Indscript Creative maupun online melalui berbagai platform digital. Dengan sistem ini, perempuan dari berbagai daerah bisa ikut serta tanpa terbatas jarak.
Saat ini bisa dengan online melalui zoom, grup telegram, materi melalui telegram, bisa konsultasi dengan mentor kapanpun. Di bimbing melalui grup.

Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis dan Emak Pintar
Indari Mastuti juga membangun ekosistem literasi melalui komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), ibu-ibu doyan bisnis ( IIDN) dan platform emak pintar.
Kedua wadah ini menjadi ruang berkumpulnya penulis perempuan untuk saling mendukung, berbagi ilmu, dan memasarkan karya mereka.
IIDN berperan sebagai komunitas penulis aktif yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar menulis, baik pemula maupun berpengalaman.
Sementara itu, Emak pintar hadir dalam bentuk website yang membantu perempuan mengembangkan diri, tidak hanya dalam menulis, tetapi juga dalam bisnis, blogging, dan personal branding.
Kegiatan menulis, artikel, dan event

Dalam perjalanan komunitas ini, banyak kegiatan menarik yang dilakukan, antara lain:
Menulis artikel bersama untuk media online maupun blog komunitas. Liputan kegiatan literasi yang diadakan oleh penulis dan bookfluencer.
Event menulis , seperti tantangan menulis 30 hari atau workshop storytelling. Peluncuran buku antologi dan solo dari para peserta Sekolah Perempuan.
Kelas pengembangan diri tentang bagaimana menyeimbangkan peran sebagai perempuan, ibu, dan penulis. Melalui Writing Innovation, Sekolah Perempuan, dan komunitas lain yang ia bangun, Indari Mastuti membuktikan bahwa perempuan memiliki ruang besar untuk berkarya lewat tulisan.
Dukungan komunitas, program belajar intensif, serta kehadiran bookfluencer menjadi kombinasi kuat untuk melahirkan penulis-penulis baru yang siap bersinar.
Referensi:
Indariblogspot.com
facebook.com/ Sekolah perempuan Indscript


