Infoindscript.com – Kediri, 6 September 2025
Sampah sering dianggap sebagai masalah yang hanya menumpuk dan mencemari lingkungan. Namun di tangan orang-orang yang memiliki kepedulian, sampah justru bisa menjadi sumber daya yang mendatangkan manfaat nyata. Bank Sampah Bersinar (BSB) yang dipimpin oleh Ibu Fifie Rahardja adalah salah satu contoh nyata bagaimana sampah dapat diolah menjadi solusi.
Program terbaru yang digelar, yakni Bazar Bersinar PHIESAW (Paguyuban Hijau Emak-emak Cisasawi), menghadirkan konsep sederhana namun penuh makna: menukar sampah dengan sembako. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 6 September 2025, di Yayasan Rumah Tumbuh Harapan (RUTH), Cihanjuang, Bandung Barat, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Cihanjuang, Indscript Creative dan sejumlah komunitas lokal.
Konsep Tukar Sampah dengan Sembako
Dalam bazar tersebut, warga diajak membawa sampah terpilah dari rumah. Plastik, kertas, dan kaleng ditimbang dan dihitung nilainya, kemudian ditukar dengan paket sembako. Untuk menarik minat lebih luas, panitia juga memberikan bonus minyak goreng gratis bagi 50 pendaftar pertama.
Bagi sebagian warga, kegiatan ini terasa seperti hal baru: siapa sangka sampah yang biasanya dibuang begitu saja kini bisa menjadi beras, minyak, atau gula untuk kebutuhan sehari-hari? Tetapi inilah kekuatan inovasi Bank Sampah Bersinar: mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Sampah kini diposisikan sebagai alat tukar yang bernilai ekonomis, bukan sekadar barang buangan. Sistem ini juga mengajarkan nilai edukatif, bahwa setiap rumah tangga perlu disiplin memilah sampah karena manfaatnya bisa langsung dirasakan.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Program tukar sampah dengan sembako memberikan manfaat ganda. Dari sisi ekonomi, warga mendapatkan sembako dengan cara yang kreatif dan ramah lingkungan. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat ikatan antarwarga, menghadirkan semangat gotong royong, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Selain itu, Bank Sampah Bersinar juga membuka peluang agar sampah terpilah bisa menjadi tabungan jangka panjang. Hasilnya bisa digunakan untuk membayar biaya sekolah, listrik, hingga program unik seperti “Beli Rumah dengan Sampah Terpilah.” Dengan langkah ini, masyarakat benar-benar merasakan bahwa sampah adalah bagian dari solusi, bukan beban.
Indscript Creative dan Gerakan Literasi Lingkungan
Keterlibatan Indscript Creative dalam gerakan lingkungan bersama Bank Sampah Bersinar (BSB) menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bisa bersinergi dengan kepedulian lingkungan. Selama 18 tahun berdiri, Indscript telah dikenal sebagai wadah yang menumbuhkan literasi, kewirausahaan, dan semangat berbagi. Namun di bawah kepemimpinan Indari Mastuti, kiprahnya tidak hanya berhenti pada dunia kepenulisan, melainkan juga merambah pada aksi sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kegiatan Bazar Bersinar yang menukarkan sampah dengan sembako, Indscript Creative hadir untuk memperkuat narasi bahwa perempuan mampu menjadi agen perubahan. Sekolah Perempuan Indonesia, sebagai salah satu program Indscript, mengambil peran penting dalam mengedukasi perempuan agar terbiasa memilah sampah, menabung di bank sampah, hingga memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan keluarga. Dengan demikian, literasi yang biasanya berupa kata-kata kini menemukan bentuk nyata dalam perilaku sehari-hari yang aplikatif.
Kehadiran Indari Mastuti secara langsung dalam gerakan ini juga membawa makna yang mendalam. Sebagai pendiri Indscript, ia konsisten mendorong perempuan agar berdaya melalui banyak jalur: menulis, berwirausaha, hingga peduli lingkungan. Dengan ikut mendukung kegiatan Bank Sampah Bersinar, Indari memperlihatkan bahwa kepemimpinan perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan, bukan hanya di ruang literasi tetapi juga dalam membangun budaya hidup berkelanjutan.
Penutup
Bazar Bersinar PHIESAW adalah contoh konkret bahwa sampah bisa menjadi sembako, dan perempuan bisa menjadi motor penggerak perubahan. Di balik setiap botol plastik dan lembaran kertas yang ditukar, ada semangat baru untuk hidup lebih sehat, sejahtera, dan bermartabat.***


