2.6 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

NAISAR Forest Garden: Dari Catatan Kertas ke Bibit Bumi – Bagaimana Menulis dan Membaca Mengantarkan Saya Mencintai Bumi.

Perjalanan saya dengan berkebun tak pernah direncanakan besar dari awal. Saat itu saya bahkan tidak menyadari bahwa setiap tetes air yang saya siramkan pada setiap tanaman di pekarangan rumah adalah permulaan dari hubungan yang lebih dalam dengan alam.

Saat masih gadis, saya hanya menyiram tanaman, merapikan pekarangan, atau memilah sampah plastik dan kertas dari tong sampah rumah. Itu hanya hal kecil yang bikin hati tenang – seperti merapikan rumah sendiri. Hingga suatu hari saya membaca data bahwa Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah per tahun, dengan 10% di antaranya adalah sampah plastik yang mencemari sungai dan laut kita.

Dan, sebagai penulis, saya tahu menulis tidak bisa lepas dari membaca. Setiap halaman yang saya baca adalah jendela ke dalam rahasia alam yang Allah ciptakan. Saya mulai menggali buku-buku hingga artikel di internet tentang ekologi dan menemukan fakta bahwa setiap hektar hutan tropis menyimpan 220 ton karbon dan menjadi rumah bagi lebih dari 1.000 jenis makhluk hidup.

Saya baca buku dan mencari tahu data apa saja – dari ilmu tanah yang mengajarkan bagaimana mikroba dalam tanah bekerja untuk menyuburkan akar tanaman, hingga ajaran agama yang menjelaskan bahwa dalam Surat Ar-Rum ayat 20 disebutkan “Dan dari apa yang telah Kami ciptakan untuk mereka, mereka mengambil naungan.” Dari situlah saya sadar: Bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan amanah Allah yang kita jaga sebagai khalifah (QS. Al-Baqarah: 30) – bukan sebagai pemilik, melainkan sebagai penjaga yang penuh rasa hormat.

Melalui baca dan tulis, saya paham masalah akibat tata kelola bumi yang salah. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 300 ribu hektar hutan setiap tahunnya, sementara lahan gundul akibat erosi mencapai 12 juta hektar. Setiap lahan yang gundul adalah luka pada tubuh Bumi, setiap sungai yang tercemar adalah air mata alam.

Kerusakan lingkungan, kurang pangan sehat, perubahan iklim mengganggu kehidupan seluruh ciptaan-Nya. Saya menemukan bahwa lebih dari 2 juta orang di Indonesia masih kekurangan akses pada pangan yang bergizi, sementara lahan pertanian konvensional menggunakan 1,2 juta ton pupuk kimia setiap tahun yang merusak kesuburan tanah. Saya pun berkomitmen: sebagai penulis dan pengusaha, saya harus merawat bumi bukan hanya karena perlu, tapi karena cinta – cinta pada yang Maha Mencipta dan cinta pada sesama makhluk yang tinggal bersamanya.

Itulah sebabnya saya akan membangun NAISAR Forest Garden – yang akan dimulai dari lahan seluas 1.000 m² di sebuah lokasi pedesaan bernama Cikawung yang terletak di Ciparay, Kabupaten Bandung.

NAISAR Forest Garden

Saat ini saya tengah menyiapkan segala sesuatu, mulai dari merencanakan pola tanam hingga memilih jenis bibit yang akan ditanam sambil terus melakukan step by step pembangunannya.

Rencananya, kami akan menerapkan sistem agroforestry yang sudah terbukti meningkatkan kesuburan tanah hingga 40% dalam waktu 2 tahun.

Nama hutan kebun kami NAISAR. Nama itu diambil dari anak-anak saya: Nanit, Aisyah, dan Ammar. Ini simbol janji bahwa saya tidak hanya ingin meninggalkan harta benda, tapi lebih dari itu – meninggalkan pemahaman bahwa merawat Bumi adalah warisan terbaik untuk generasi mendatang.

Saya terus mengajarkan mereka bahwa setiap pohon yang kita tanam kelak akan menyerap 22 kilogram karbon per tahun dan memberikan makanan bagi burung serta masyarakat sekitar.

Saat ini, saya mulai dari kebun-kebun kecil di rumah – ada kebun buah sayur di depan workshop suami, kebun sayur dan tanaman obat di dalam rumah, hingga di area sisi rumah yang sempit pun tetap saya tanami.

Setiap hal yang saya pelajari dari membaca, saya terapkan di sini terlebih dahulu, pelan tapi pasti saya terus bergerak merawat bumi.

Untuk pengairan forest garden pun berencana mengelola air hujan dengan cara ditadah dan disalurkan hingga 5 ribu liter air hujan per musim hujan untuk menyiram tanaman, mengurangi ketergantungan pada air sumur.

Bekerja pada kebun-kebun kecil ini bukan lagi hobi, tapi ibadah dan tanggung jawab. Setiap kali saya menyiram bibit kelor yang kaya akan gizi, itu seperti berdoa agar kehidupan tumbuh.

Setiap kali saya membersihkan sampah plastik yang terbawa angin, itu seperti membersihkan dosa yang dilakukan pada alam.

Amal shaleh yang ditinggalkan akan tetap memberi pahala (HR. Muslim).

NAISAR Forest Garden

Saya harap NAISAR Forest Garden kelak bisa bermanfaat bagi banyak orang – bukan hanya sebagai sumber pangan sehat yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan keluarga sekitar, tapi juga sebagai sekolah hidup tentang bagaimana hidup berdampingan dengan alam secara adil dan penuh kasih.

Menjaga Bumi adalah menjalankan perintah Allah dan cinta pada sesama makhluk. Saya sudah membayangkan bagaimana kelak lebah akan membantu penyerbukan tanaman kita, menghasilkan madu sekaligus menjamin hasil panen tetap baik. Setiap makhluk yang akan hidup di sini memiliki hak untuk hidup dengan layak, sama seperti kita.

Lewat tulisan dan tindakan, saya ingin banyak orang ikut gerakan ini. Karena perubahan besar dimulai dari hati yang terbuka dan tangan yang mau bekerja. Data menunjukkan bahwa jika setiap rumah di Indonesia menanam 5 pohon buah, kita bisa menyerap 11 juta ton karbon per tahun dan mengurangi kemiskinan pangan.

Setiap langkah kecil berdampak besar jika dilakukan bersama – seperti butiran tanah yang bersama-sama membentuk lahan subur.

Saya berharap kelak NAISAR bisa tumbuh lebih luas, dan kita bisa menanam lebih dari 1.000 pohon berbagai jenis serta menyediakan habitat bagi burung yang dulunya jarang terlihat di daerah ini.

Mari jadikan cinta Bumi sebagai bagian ibadah kita! Karena ketika kita merawat alam, kita sedang merapikan rumah yang telah diberikan Allah kepada kita dan menjaga warisan yang akan kita serahkan pada anak cucu kita.

#NAISARForestGarden #PelindungAlam #KhalifahDiBumi #CintaBumi #BerkebunIslami #HijrahLingkungan #GenerasiMendatang #PenulisPeduliLingkungan #ForestGarden #IndonesiaHijau #AmanahAllah #RumahKitaSemua #Agroforestry #PanganSehat #KebunRumah #AkanMulai

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles