3.6 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

Parenting Era Digital: Seni Berkomunikasi dengan Empati

infoindscript.com – Jember, 29 Desember 2025

Tantangan Orangtua dalam Parenting Era Digital

Menjadi orangtua yang berusaha menjalankan parenting yang tepat di era digita memang bukan hal yang mudah. Perkembangan teknologi semakin cepat, sementara anak-anak tumbuh dengan ritme yang sering kali melampaui kesiapan emosi orangtuanya. Di sinilah saya memandang seni berkomunikasi dengan empati sebaiknya menjadi fondasi utama dalam parenting anak, dan tentunya ini bukan sekadar teori. Parenting era digital adalah pola pengasuhan yang menyesuaikan perkembangan teknologi, dengan fokus pada komunikasi, empati, dan pendampingan anak dalam dunia digital ini.

Sebagai orangtua, kita tidak hanya mendidik anak agar cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara emosi dan nilai. Komunikasi yang penuh empati adalah jembatan yang menjaga kedekatan orangtua dengan anak tetap utuh.

Mengapa Empati Menjadi Kunci Digital Parenting?

Dalam menerapkan digital parenting, empati berarti kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi. Anak-anak hari ini, termasuk parenting Gen Z, hidup di dunia yang penuh distraksi digital. Mereka terbiasa mengekspresikan diri lewat layar, bukan selalu lewat kata-kata.

Ketika orangtua terlalu cepat menasihati atau melarang tanpa memahami perasaan anak, komunikasi justru terputus. Padahal, anak tidak selalu membutuhkan solusi. Mereka lebih sering membutuhkan rasa dimengerti.

Empati membantu orangtua membaca emosi anak, bukan hanya perilakunya.

 

Parenting Anak Usia Dini Dimulai dari Cara Bicara

Dalam parenting anak usia dini, cara orangtua berbicara akan tertanam kuat dalam memori anak. Nada suara, pilihan kata, dan respons emosional membentuk rasa aman atau sebaliknya.

Pendekatan empatik selaras dengan prinsip Montessori parenting, yang menempatkan anak sebagai individu utuh dengan emosi yang layak dihargai. Anak belajar berkomunikasi dari bagaimana ia diperlakukan, bukan dari seberapa sering ia dinasihati.

Menyelaraskan Parenting Islami dan Modern Parenting

Banyak orangtua merasa gamang memilih antara parenting islami dan modern parenting. Padahal, keduanya bukan berlawanan dan justru bisa berjalan beriringan. Nilai-nilai Islam mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan komunikasi yang menenangkan.

Rasulullah SAW memberi teladan bagaimana berbicara dengan anak penuh penghormatan. Nilai ini tetap sangat relevan kita terapkan di era digital, ketika anak membutuhkan figur orangtua yang menjadi tempat pulang yang nyaman, bukan sumber ketakutan.

 

Gaya Parenting yang Fleksibel dan Tepat

Tidak ada satu gaya parenting yang cocok untuk semua anak. Setiap fase tumbuh kembang membutuhkan pendekatan berbeda. Bahkan dalam parenting ibu hamil, komunikasi empatik sudah dimulai sejak anak belum lahir, melalui doa, ketenangan emosi, dan sikap orangtua.

Di era digital, orangtua dituntut fleksibel atau mudah beradaptasi. Bukan mengikuti semua tren, tetapi memahami konteks zaman anak tumbuh. Membatasi gawai tanpa dialog hanya akan melahirkan jarak emosional antara anak dan orangtuanya.

 

Membangun Komunikasi yang Bertumbuh Bersama Anak

Komunikasi empatik bukan berarti membiarkan anak tanpa batas. Justru di sanalah orangtua berperan memberi arah dengan bahasa yang menghargai. Anak yang terbiasa didengar akan lebih mudah mendengarkan.

Dalam penerapan parenting era digital, keberhasilan bukan diukur dari seberapa patuh anak, tetapi seberapa terbuka mereka berbicara pada orangtuanya.

Parenting Saat Orangtua Juga Sedang Bertumbuh

Parenting bukan tentang kesempurnaan, melainkan proses belajar bersama. Orangtua pun manusia yang sedang bertumbuh. Ketika komunikasi dilakukan dengan empati, relasi orangtua dan anak akan menjadi ruang aman bagi keduanya.

Di tengah derasnya arus digital, empati adalah kompas yang menjaga arah parenting tetap bermakna. Mari lebih dekat dengan anak dengan empati yang setulus hati dan sepenuh cinta.

Diah Octivita D. P.
Diah Octivita D. P.http://infoindscript.com
Diah Octivita Dwi Purwanti adalah seorang solopreneur di bidang kepenulisan sejak tahun 2008, pebisnis di berbagai bidang (edukasi, jasa kepenulisan, kecantikan, kesehatan, dan kuliner) sejak 2013, serta mentor bisnis dan pengembangan diri sejak 2018. Selain itu, Diah juga aktif sebagai Affiliate dan Digital Marketing Specialist sejak 2021.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles