2.6 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

AI For Baby Boomers

Alhamdulillah, hari ini saya sharing di IWAPI Bandung dan IWAPI Jawa Barat. Pertemuan dua bulanan yang biasanya dipenuhi obrolan bisnis dan pengalaman hidup, hari ini terasa berbeda.

Ada satu kata yang membuat suasana berubah: AI. Pesertanya para senior pengusaha. Rentang usia 50 sampai 70-an. Mereka yang sudah kenyang pengalaman, jatuh bangun membangun usaha, dan hari ini… dengan penuh semangat duduk belajar teknologi baru.

Saya menyebut sesi ini AI for Baby Boomers.

Yang membuat saya terharu, antusiasme mereka luar biasa. Beberapa di antaranya bahkan selama ini tidak pernah posting di Instagram. Hari ini? Mereka langsung tahu harus posting apa.

Latihan pertamanya sederhana tapi bermakna: menceritakan kegiatan hari ini—belajar AI for Baby Boomers.

IWAPI Bandung dan IWAPI Jawa Barat

Dari situ diskusi mengalir.
Ada yang bertanya,
“Bu, bagaimana caranya supaya pengalaman hidup kami ini tidak berhenti di kami saja?”
Saya jawab pelan tapi tegas, “Hiduplah lebih panjang dari usia kita. Salah satunya lewat tulisan.”

Beberapa langsung menyambung, ingin tahu bagaimana menulis buku, bagaimana kisah hidupnya bisa dibukukan.

Dan di titik itu saya semakin yakin: forum ini tepat. Mereka para senior, penuh pengalaman, dan menyimpan begitu banyak kisah yang layak menginspirasi generasi setelahnya.

Tuan rumah hari ini adalah Ibu Diah, Owner JnC Cookies, yang baru saja mendapatkan penghargaan dari IWAPI Jawa Barat sebagai pengusaha perempuan inspiratif. Masya Allah. Lingkar kebaikan ini terasa nyata.

Yang lebih membahagiakan, setelah sesi selesai, beberapa penggerak komunitas dan organisasi lain langsung mendekat. Mereka ingin hal yang sama: AI for Baby Boomers hadir di komunitas mereka. Jadwal diminta. Kelas diminta.

Di situ saya kembali menegaskan satu hal yang selalu saya yakini:
Baby Boomers tidak boleh berhenti di zona nyaman.
Kita tidak boleh kalah dengan cucu-cucu kita yang sudah lebih dulu akrab dengan teknologi. Bukan untuk menyaingi, tapi untuk tetap relevan, tetap produktif, dan tetap berdampak.

Masya Allah. Hari ini saya tidak hanya mengajar AI.
Saya menyaksikan semangat belajar yang tidak mengenal usia dan saya percaya, ketika pengalaman bertemu teknologi, lahirlah peradaban baru—yang lebih bijak, lebih matang, dan lebih bermakna.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles