Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital terus mengalami percepatan, terutama dengan hadirnya Generative AI (Gen AI).
Menurut Pieter Lydian, Country Director Meta Indonesia, tren pemanfaatan Meta AI menjadi bagian penting dalam transformasi bisnis digital.
AI tidak hanya mendukung pemasaran, tetapi juga membuka peluang baru dalam e-marketing, karier online, dan pembelajaran digital yang diprediksi terus berkembang hingga tahun 2026.
Pada tahun 2025, adopsi teknologi AI mulai dirasakan secara luas oleh masyarakat dan pelaku UMKM khususnya dalam efisiensi bisnis, promosi digital, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Meta AI kini diterapkan dalam berbagai aktivitas seperti penulisan konten, promosi produk, komunikasi pelanggan, hingga riset pasar.
Lima Trend Meta ai dalam Bisnis dan Karir OnlineÂ
Berikut lima tren digitalisasi bisnis berbasis Meta AI yang diprediksi akan semakin dominan di tahun 2026, yaitu:
1. Generative AI untuk Otomatisasi Bisnis
Generative AI menjadi fondasi utama dalam otomatisasi bisnis digital. AI membantu pelaku usaha dalam:
* Pemasaran produk baru
* Komunikasi dengan pelanggan
* Menekan biaya operasional hingga 61 persen
* Riset produk dan pengumpulan data pasar
Dengan Gen AI, pelaku bisnis dapat menghasilkan ide konten, analisis tren, hingga rekomendasi produk secara cepat dan efisien.
Pada tahun 2026, otomatisasi berbasis AI diprediksi semakin canggih dan terintegrasi langsung dengan sistem bisnis digital.
2. Pesan Bisnis dan Agen AI Otomatis
Tren berikutnya adalah pesan bisnis berbasis AI dan agen virtual. AI digunakan untuk:
* Menjawab pertanyaan dasar pelanggan secara otomatis
* Membantu transaksi melalui chat
* Meningkatkan respons layanan pelanggan
Agen AI memungkinkan bisnis online tetap aktif 24 jam tanpa harus menambah tenaga kerja.
Teknologi ini sangat membantu UMKM dalam menjaga komunikasi yang cepat dan konsisten dengan pelanggan.
3. Kreator Berbasis AI dan Afiliasi Digital
Kreator digital kini tidak hanya mengandalkan kreativitas manual, tetapi juga bantuan AI.
Kreator berbasis AI banyak ditemukan dalam:
* Program afiliasi seperti Shopee, Facebook, dan Instagram
* Konten rekomendasi produk
* Prediksi tren pasar
Dengan AI, kreator dapat menganalisis performa konten, menentukan produk yang potensial, serta meningkatkan peluang konversi penjualan.
Peran kreator semakin kuat sebagai penghubung antara brand dan konsumen
4. Video dan Live Commerce Berbasis AI
Video pendek dan live commerce menjadi strategi utama dalam pemasaran digital. Banyak pelaku usaha memanfaatkan agen AI untuk:
* Mengelola promosi produk melalui live streaming
* Menyematkan tautan produk di Reels, TikTok, dan Facebook
* Mengoptimalkan waktu dan audiens penjualan
AI membantu menganalisis perilaku penonton, waktu terbaik untuk siaran, hingga jenis konten yang paling menarik, sehingga penjualan menjadi lebih efektif.
5. Pengembangan Perdagangan Internasional dan Ekonomi Syariah
Kawasan Asia Pasifik menjadi pusat pertumbuhan perdagangan lintas batas dan ekonomi halal.
Meta AI berperan dalam mendukung promosi dan distribusi produk halal seperti:
* Makanan halal
* Kosmetik halal
* Produk gaya hidup berbasis nilai Islami
Dengan bantuan AI, pelaku usaha dapat menjangkau pasar global, menyesuaikan strategi pemasaran internasional serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk halal.
Kesimpulan:
Tren digital Meta AI pada tahun 2026 menunjukkan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan saat ini.
Pemanfaatan Gen AI membuka peluang besar bagi UMKM, kreator digital, dan pelaku bisnis online untuk berkembang lebih cepat dan efisien.
Dengan adaptasi yang tepat, Meta AI dapat menjadi alat strategis dalam membangun bisnis berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan menciptakan peluang karier digital di era ekonomi berbasis teknologi.


