2.6 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

Perempuan, Turunkan Level Kekuatanmu

Saat saya mengikuti kajian dari Ustadzah Mimin Aminah.

Masya Allah, sejak awal saya sudah merasakan energi beliau: tegas, lantang, dan penuh keteguhan.

Bukan sekadar sosok perempuan, tetapi benar-benar perempuan tangguh yang sedang membina perempuan-perempuan tangguh lainnya.

Dalam kajian itu, ada satu bagian yang sangat membekas. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang, melainkan karena kalimatnya sederhana, jujur, dan menghunjam ke dalam.

Ustadzah Mimin Aminah bertanya pelan namun menohok kesadaran:
“Sudahkah kita memuliakan ibu, dimulai dari diri kita sendiri?”

Pertanyaan itu membuat saya terdiam. Sering kali kita lantang bicara tentang memuliakan ibu, tetapi lupa bahwa yang paling sering diabaikan justru ibu itu sendiri—termasuk diri kita sebagai perempuan.

Beliau mengingatkan bahwa ibu hebat akan melahirkan anak hebat. Namun kehebatan seorang ibu bukan diukur dari seberapa kuat ia memikul semua beban sendirian.

Dengan tegas, beliau menyinggung kesehatan mental perempuan—isu yang kerap dipandang remeh. Disampaikan bahwa sakit mental bukan selalu takdir, melainkan sering lahir dari cara kita menyikapi tekanan hidup: paparan yang tak terjaga, waswas yang dipelihara, orientasi berlebihan pada penilaian manusia, keinginan pamer, gaya hidup boros, hingga sulit bersyukur.

Saat ini pun standar “superwoman” yang ternyata diam-diam melelahkan jiwa.

Kalimat yang paling membekas bagi saya:
“Ibu, jangan sampai sakit mental.”

Bukan sebagai ancaman, melainkan peringatan penuh kasih sayang.

Banyak perempuan berjuang sendirian, merasa harus selalu kuat, merasa tidak pantas lelah. Padahal menjadi perempuan bukan tentang siapa yang paling tahan, melainkan siapa yang paling sadar kapan harus berhenti, berbagi, dan menerima pertolongan.

Ustadzah Mimin Aminah mengajak kita menurunkan level kekuatan, menurunkan gengsi, dan mengizinkan diri ditolong. Karena ibu yang sehat jiwanya akan melahirkan keluarga yang hangat, dan dari sanalah generasi yang kuat bertumbuh.

Saya pulang dengan satu kesadaran penting:
memuliakan ibu bukan hanya tugas anak, bukan hanya tugas masyarakat, tetapi tanggung jawab setiap perempuan terhadap dirinya sendiri.
Dan mungkin, dari situlah perubahan besar dalam masyarakat, bahkan bangsa, dimulai.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles