Indscript.com – Jepara, 29 Oktober 2025
Banyak orang yang tidak sadar bahwa aktivitas yang mereka lakukan dalam perekonomian termasuk kegiatan shadow economy. Seperti kegiatan jual beli tanpa izin, pedagang kecil, pedagang kaki lima dan berbagai kegiatan perekonomian yang tidak tersentuh oleh pajak.
Ada yang beralasan izin dan birokrasi yang ribet, kegiatan perdagangan illegal menjadi salah satu alasan seseorang melakukan shadow ekonomi tanpa mereka sadari. Jika tanpa izin saja bisa menghasilkan uang dan tanpa harus bayar pajak dibandingkan dengan yang harus melakukan perizinan dan membayar pajak, mana sebenarnya yang lebih menguntungkan?
Apa Itu Shadow Ekonomi
Shadow ekonomi atau yang disebut dengan ekonomi bayangan adalah semua kegiatan ekonomi yang sengaja disembunyikan oleh pelakunya guna menghindari regulasi pemerintah. Entah itu karena kebijakan moneter, regulasi dan urusan kelembagaan.
Lantas apa tujuan mereka menghindari regulasi pemerintah ini? Ada banyak alasan mengapa pelaku ekonomi menghindari regulasi pemerintah dan melakukan shadow ekonomi. Salah satunya adalah menghindari kebijakan fiskal dan regulasi pajak yang dianggap merugikan mereka.
Disamping itu pula, ada juga yang melakukannya karena praktik ekonomi yang mereka lakukan terdeteksi barang haram, illegal seperti perdagangan narkoba, barang terlarang lainnya atau menyelundupkan hewan yang dilindungi.
Tidak hanya aktivitas ekonomi yang dilarang yang termasuk shadow ekonomi. Banyak diantara aktivitas ekonomi yang kita lakukan sehari-hari juga termasuk di dalamnya. Seperti usaha tanpa izin, transaksi tunai tanpa pajak dan pekerja lepas yang tidak terdaftar.
Ekonomi Formal: Resmi, Tapi Tidak Selalu Menguntungkan
Tentunya pemerintah membuat kebijakan atau regulasi ekonomi untuk mengatur aktivitas perekonomian agar lebih baik, kuat dan stabil. Namun, upaya ini terkadang tidak selalu menguntungkan di satu pihak. Banyak yang merasa dirugikan atau bahkan tidak terjangkau oleh regulasi pemerintah ini.
Berbeda dengan mereka yang merasa dirugikan dengan adanya regulasi perekonomian, aktivitas perekonomian yang terdaftar dan berizin inilah yang disebut dengan ekonomi formal. Aktivitas perekonomian ini jauh memiliki legalitas yang kuat, mudah dalam mencari akses permodalan dan juga memiliki perlindungan hukum yang kuat.
Namun, disisi lain juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya harus membayar pajak, memiliki aturan yang ketat hingga menghabiskan biaya operasional yang tinggi. Nah, beberapa hal inilah yang membuat pelaku perekonomian merasa kurang menguntungkan di awal memulai berbisnis.
Berbeda dengan shadow ekonomi yang menawarkan berbagai keuntungan seperti pendapatan yang cepat dan fleksibel tapi penuh dengan risiko. Ekonomi formal pun demikaian, menawarkan keamanan dan berkelanjutan meski prosesnya dianggap ribet.
Kenapa Banyak Pelaku Perekonomian Lebih Tertarik ke Shadow Ekonomi?
Banyak pelaku perekonomian yang lebih tertarik melakukan shadow ekonomi daripada memilih ekonomi formal. Bukan hanya untuk menghidari pajak atau membayar pajak. Alasan utamanya adalah karena faktor kemudahan dalam berbisnis. Tidak perlu izin, tidak ada atau banyak persyaratan administrasi sehingga mereka langsung bisa praktek dan menjalankan usahanya.
Banyak dari pelaku shadow ekonomi yang terjun karena kebutuhan mendesak bukan karena niat untuk melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Shadow ekonomi memberikan keuntungan cepat yang menggiurkan bagi pelakunya akan tetapi juga memiliki risiko yang besar. Layaknya rawan terhadap penipuan, tidak adanya perlindungan hukum, sulit untuk berkembang dan sewaktu-waktu bisa bermasalah dengan aparat.
Dalam kondisi tertentu shadow ekonomi memang dapat memberikan keuntungan yang besar, seperti saat krisis ekonomi, regulasi yang ruwet dan biaya hidup meningkat. Namun, jika hal ini  dilakukan secara terus-menerus maka dampak jangka panjangnya bisa merugikan pelaku usaha dan bisnis yang dibangunnya itu sendiri. Jadi keuntungan yang mereka dapatkan hanya semu semata.
Cara Beralih dari Shadow Ekonomi ke Ekonomi Formal Tanpa Rugi Besar
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pelaku perekonomian atau usaha untuk beralih dari shadow ekonomi ke ekonomi formal tanpa harus memiliki kerugian yang besar.
1.     Pahami Manfaat dan Kewajiban
Untuk meminimalisir kerugian maka pahami terlebih dahulu manfaat serta kewajiban sebelum beralih ke ekonomi formal. Salah satu manfaat dengan beralih ke ekonomi formal adalah kemudahan dalam mengakses pasar yang lebih luas, perlindungan hukum dan jaminan sosial serta kemudahan dalam mendapatkan permodalan dari bank. Adapun kewajiban yang perlu diperhatikan adalah kepatuhan terhadap regulasi pemerintahan dan kewajiban membayar pajak.
2.     Manfaatkan Program Pemerintah
Pemerintah sendiri sering memberi fasilitas kepada pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa berkembang dengan program UMKM. Dengan memanfaatkan program dari pemerintah, mudah bagi pelaku usaha untuk mendapatkan penyederhanaan izin usaha. Disamping itu pula cari informasi terkait insentif pajak, ikuti pelatihan dan pendampingan agar usaha lebih mudah berkembang dan meminimalisir kerugian.
3.     Perencanaan Keuangan dan Pajak dengan Bijak
Selanjutnya adalah dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik dengan cara memahami regulasi pajak, pisahkan keuangan pribadi dan bisnis dan jangan lupa untuk menyiapkan dana cadangan.
4.     Lakukan Transisi Secara Bertahap
Lakukan transisi secara bertahap dari shadow ekonomi ke ekonomi formal. Dimulai dari legalitas dasar hingga mematuhi regulasi secara bertahap.
5.     Manfaatkan Teknologi
Terakhir bisa dengan memanfaatkan teknologi seperti perangkat lunak (Saas) untuk membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien.
Kesimpulan
Dari paparan diatas setidaknya kita tahu bahwa shadow ekonomi terlihat menguntungkan dalam jangka pendek atau pada tahap awal memulai bisnis. Untuk jangka panjangnya shadow ekonomi beresiko tinggi dan sulit untuk berkembang.
Adapun untuk ekonomi formal lebih aman, lebih stabil dan membuka peluang lebih luas dalam jangka panjang. Jadi pilihannya tergantung pada tujuan masing-masing, cepat tapi berisiko atau stabil dan berkelanjutan.


