Masya Allah, hari ini saya kembali dipertemukan dengan sosok yang selalu memantulkan cahaya kebaikan: Ibu Fifie Rahardja.
Pertemuan kami, seperti biasa, bukan hanya sekadar obrolan dua pengusaha. Ada energi kuat yang selalu muncul setiap kali kami duduk bersama—energi tentang keberkahan, tentang misi, tentang bagaimana bisnis semestinya bergerak.
Kami berdiskusi banyak hal. Tentang bisnis yang kami jalankan, tentang strategi, tentang langkah ke depan. Tapi kami cepat sampai pada satu titik kesepakatan:
Pengusaha sejati tidak hanya menyatu dalam urusan bisnis, tetapi juga dalam urusan sosial.
Ibu Fifie founder dari Yayasan Solusi Bersinar yang menaungi Bank Sampah Bersinar tadi mempresentasikan konsep Kampung Bersinar—saya merasa sangat terpesona dengan konsepnya yang akan menjadi kawasan “nyunda” banget di Bandung.
Kampung Bersinar bukan sekadar program. Itu adalah gerakan perubahan: mengedukasi masyarakat, membangun kesadaran lingkungan, menyalakan harapan, dan menciptakan sistem sosial yang lebih baik.
Hari ini kami semakin menyadari lagi bahwa:
Bisnis tanpa keberkahan hanya angka.
Bisnis dengan keberkahan adalah amal jariyah.
Sebagai pengusaha, kami memang harus memikirkan dampak bisnis untuk keberlangsungan usaha. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana keberkahan itu menular kepada sebanyak mungkin orang—karyawan, keluarga, klien, masyarakat, bahkan bumi yang kita pijak.
Dan untuk itu… pengusaha harus menyatu. Dalam bisnisnya, iya. Dalam gerakan sosialnya, jauh lebih iya.


