Pada tanggal 24 November 2025 Amalia mengunjungi SKH PGRI Rangkasbitung diantar oleh Ayah. Untuk menjalankan gerakan literasi islami yaitu dengan mendonasikan buku Tangguh, jarak antara rumah menuju sekolah cukup lumayan dekat.
Ketika sampai SKH PGRI Rangkasbitung, Amalia disambut ramah oleh para guru. Lalu sedikit bercerita tentang perjuangannya menjadi penulis, Bapak dan Ibu Guru memberikan semangat agar Amalia melanjutkan perjuangannya. Setelah itu kami berbincang-bincang santai dan kepala sekolah memberikan saran untuk meneruskan perguruan tinggi, tetapi Amalia menjelaskan alasannya untuk tidak kuliah.
1. Tidak bisa berpikir berat apalagi harus mengerjakan tugas sesuai tanggal
2. Kuliah itu membutuhkan dana yang cukup besar, Amalia takut putus asa di pertengahan jalan dan mengecewakan orang tua.
3. Harus mengikuti peraturan kampus.
4. Ingin menjadi wanita mandiri dan bisa menopang kehidupan di masa depan.
Bahwa dirinya yakin dengan menulis bisa membuka pintu rezeki yang berkah, mudah-mudahan gerakan literasi islami bisa menjadi jalan kebaikan. Di balik keterbatasan yang dimiliki ia tetap semangat menulis hingga detik ini. Alhamdulillah dengan mendonasikan satu buku, kepala sekolah membelinya satu eksemplar buku antologi tangguh. “Terima kasih banyak kepada Pak Dani telah membeli buku Amalia, mudah-mudahan sekolah tercinta bisa sukses dan melahirkan generasi-generasi penerus yang bisa mengikuti jejak saya.” Ujarnya
Literasi akan membawa dampak positif karena semua informasi bisa didapatkan dari membaca. Harapannya hanya satu untuk tidak menyerah merangkai kata hingga kesuksesan berada di kelopak matanya sendiri serta bisa meraih keberkahan di dalam hidupnya.


