Pernahkah kamu begitu fokus pada suatu aktivitas sampai lupa waktu? Misalnya, saat bekerja tiba-tiba sudah malam, atau ketika makan siang bersama teman dan tanpa sadar sudah berganti jam makan malam.
Kondisi ini dikenal sebagai flow, konsep yang diperkenalkan oleh psikolog Mihaly Csikszentmihalyi.
Flow adalah keadaan ketika seseorang sepenuhnya tenggelam dalam aktivitas merasa fokus, menikmati proses, dan lupa waktu.
Pada kondisi ini, seseorang bukan hanya produktif, tetapi juga merasa puas, hadir, dan nyaman dengan pekerjaannya.
Penelitian menunjukkan bahwa flow berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan fisik.
Flow membantu memperbaiki suasana hati, meningkatkan motivasi, dan mengurangi stres.
Dalam sebuah studi tahun 2011 yang dipublikasikan dalam jurnal Emotion para peneliti menemukan bahwa orang yang terlalu mengejar kebahagiaan justru bisa merasa kecewa.
Sebaliknya, kebahagiaan sering muncul dari aktivitas yang sederhana dan menyenangkan, seperti menonton komedi, berbincang dengan teman, atau sekadar menikmati kopi.
Kebiasaan seperti journaling rasa syukur juga terbukti membantu membangun kebahagiaan.
Ketika pengalaman positif dituliskan, pikiran lebih mudah menangkap dan menyimpannya sebagai memori emosional yang bermakna.
Bagaimana Menciptakan Flow dalam Hidup Sehari-hari?
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu kamu lebih sering memasuki kondisi flow:
1. Temukan Aktivitas yang Membuatmu Bersemangat
Tanya dirimu: aktivitas apa yang membuatmu lupa waktu? Apakah itu menulis, membaca, mendesain, berkebun, memasak, atau belajar hal baru?
Menurut peneliti dan penulis, Catherine Price, cara terbaik memulai flow adalah mencari aktivitas yang membuatmu menikmati prosesnya, bukan hanya hasilnya.
2. Selaraskan Aktivitas dengan Bakat dan Minat
Flow muncul ketika aktivitas terasa menantang namun masih sesuai kemampuan.
Jika terlalu mudah, kamu akan bosan. Jika terlalu sulit, kamu stres. Kuncinya adalah keseimbangan.
3. Fokus Pada Satu Pekerjaan
Multitasking justru menghambat fokus. Matikan notifikasi dan kerjakan satu hal dalam satu waktu. Teknik Pomodoro dapat membantu: 25 menit fokus, 5 menit istirahat.
4. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Realistis
Tujuan kecil lebih mudah mendukung flow.
Bukan: Aku akan menulis buku.
Tetapi: Aku akan menulis satu paragraf dalam 15 menit.
5. Hadir sepenuhnya
Flow hanya terjadi ketika pikiran berada di momen yang sama dengan tubuh. Latihan mindfulness singkat sebelum mulai bekerja dapat membantu mengatur fokus.
6. Kurangi distraksi digital
Scrolling berlebihan di media sosial membuat fokus terfragmentasi. Cobalah satu jam tanpa gadget setiap hari atau bekerja dalam mode pesawat.
7. Berlatih Secara Konsisten
Flow bukan sesuatu yang muncul secara instan. Semakin sering kamu melatih fokus dan melakukan aktivitas bermakna, semakin mudah kamu memasuki kondisi ini.
8. Bagikan kesenangan
Membagikan momen kecil yang menyenangkan entah cerita, kegiatan, atau hasil karya dapat memperkuat rasa keterhubungan dan motivasi.
Penutup
Hidup bahagia bukan hanya tentang hasil atau pencapaian besar. Flow mengajarkan bahwa kebahagiaan muncul saat kita hadir, fokus, berkembang, dan menikmati prosesnya.
Bukan saat kita terburu-buru atau membandingkan diri dengan orang lain, melainkan ketika kita menghargai perjalanan dan versi diri terbaik yang sedang bertumbuh.
Referensi:
Lifecoachdirectoey.org.uk, How to increase happiness, fun and flow in your everyday life, Whellams R, tanggal akses 21 november 2025
betterup.com, How to enjoy life more: 8 simple steps, Kay Julia CLC, PCC tanggal akses 23 november 2025


