2.6 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

Menuju Taat: Ketika Allah Mengubah Hati dan Kebiasaan

Ketika seseorang memilih jalan taat, sesungguhnya ia sedang memilih jalan perubahan. Ada banyak hal yang harus diperbaiki—bukan hanya amalan, tetapi juga karakter dan kebiasaan yang selama ini dianggap “wajar”.

Ini terjadi pada saya sendiri, sebelum belajar syariah, istri saya adalah perempuan yang sangat aktif.

Ia pergi ke banyak tempat, menjalankan berbagai program, bisnis, komunitas, dan aktivitas yang menuntut mobilitas tinggi dan selama ini, saya merasa cukup membiarkannya berjalan sendiri. Alasannya sederhana: saya seorang introvert. Keramaian melelahkan, kerumunan membuat saya ingin menjauh. Bahkan dulu, menemani istri justru terasa seperti beban.

Saya pikir itu wajar, karena saya “tidak suka bertemu orang”. Namun ketika Allah mempertemukan saya dengan ilmu syariah, semuanya berubah.

Saya mulai memahami bahwa seorang perempuan adalah amanah yang harus dijaga. Ia tidak diperbolehkan bepergian tanpa mahramnya dan penjagaan itu, adalah tugas saya.

Guru saya menegaskan, “Taat itu dimulai dari hal-hal kecil yang selama ini kita abaikan.” Ketika saya sakit sampai tidak bisa menyetir, kami sempat bingung—bagaimana caranya istri tetap menjalankan amanahnya tanpa melanggar syariah?

Di situlah saya mulai mengubah diri. Sekarang, ke mana pun istri saya pergi, saya ikut. Walaupun keramaian bukan tempat yang membuat saya nyaman. Walaupun banyak situasi yang dahulu ingin saya hindari.

Inilah bentuk taat saya kepada Allah karena ketaatan sering kali tidak nyaman. Ketaatan kadang memaksa kita untuk melampaui batas karakter kita sendiri.

Awalnya setiap langkah yang terasa berat itu, justru menjadi saksi bahwa hati sedang Allah bentuk—menjadi lebih lembut, lebih tunduk, lebih siap mengikuti aturan-Nya.

Jika dulu saya merasa menemani istri itu “beban”, sekarang saya paham: Menjaga perempuan yang Allah titipkan adalah salah satu bentuk ibadah terbesar dalam hidup saya.

Masya Allah… begitulah cara Allah mendidik.
Perubahan tidak terjadi karena dipaksa, tetapi karena hidayah yang menyentuh hati—pelan, namun pasti.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles