Masya Allah, siapa sangka voucher yang sudah expired justru menjadi jalan dibukanya pintu rezeki baru.
Begitu saya melangkah masuk ke Villa Selayang, atmosfernya langsung memeluk saya—tenang, relax, dan benar-benar seperti tempat yang Allah siapkan untuk menyegarkan jiwa seorang penulis.
Pertemuan ini pun bukan pertemuan biasa. Akhirnya Allah izinkan saya bertemu dengan Ibu Sempa, suaminya, dan anak beliau, Abang Lazuardi—nama yang sudah sering saya dengar dari Ibu Sempa karena beliau selalu bilang, “Teh Indari, anak saya ini suka banget sales. Harus kenal sama Teteh.”

Dan Masya Allah, hari ini kami dipertemukan secara lengkap. Obrolan kami mengalir ke banyak hal, dari buku, bisnis, hospitality, sampai tentang project besar yang sedang mereka siapkan.
Sampai akhirnya Abang Lazuardi bilang, “Teh Indari, nanti furniture untuk lima villa baru kami, Teteh yang garap ya.” Masya Allah… rezeki memang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dari sana, kami juga berdiskusi tentang pentingnya circle khusus para pengusaha di bidang hospitality—agar mereka bisa tumbuh, saling menguatkan, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Saya pun menyampaikan tentang konsep buku sebagai black card dan bagaimana para pengusaha ini seharusnya terhubung dalam satu ekosistem yang saling berkah.
Yang pasti, saya benar-benar bersyukur. Voucher boleh expired, tapi izin Allah tidak pernah kedaluwarsa dan Villa Selayang… Masya Allah, tempat ini bukan hanya indah, tapi penuh inspirasi. Cocok untuk brainstorming, healing, recharge energi, dan menjadi tempat kembali segar bagi para pengusaha yang lagi mumet, hahahaha
Hari ini benar-benar mengingatkan saya bahwa rezeki bukan soal voucher, tapi soal kehendak Allah yang datang tepat pada waktunya.





