Di Bogor, jadwal saya bisa dibilang benar-benar padat. Dari satu meeting ke meeting berikutnya, nyaris tanpa jeda.
Tapi… ada satu hal yang rasanya nggak akan afdol kalau saya lewatkan: menjenguk dan memeluk guru saya, Ibu Dewi.
Meskipun pertemuan kami hanya beberapa menit—karena saya harus segera mengejar agenda berikutnya—tapi Masya Allah, rasanya hati langsung plong.
Dua hari saya pernah melakukan Metanoiac self-healing dan sejak itu, banyak hal dalam diri saya berubah. Cara saya melihat hidup, cara saya merespons masalah, cara saya mendekat pada Allah.
Maka, bisa bertemu Ibu Dewi hari ini bagi saya bukan sekadar silaturahmi, tapi penguatan jiwa.
Alhamdulillah, saya juga jadi tahu lokasi rumah beliau dan kebetulan Ibu Dewi sedang bersiap-siap untuk Halaqoh, yang membuat saya tambah bersyukur, suami saya pun bertemu dengan Pak Karebet ,(seorang guru syariah di Indonesia yang kini menjadi panutan) —sebuah momen yang menurut saya bukan kebetulan, tapi bentuk kasih sayang Allah.

Pertemuan singkat, tapi penuh makna. Di tengah padatnya aktivitas, Allah tetap memberi ruang bagi saya untuk kembali mengisi hati, mengingatkan diri bahwa perjalanan hidup ini tidak hanya soal bekerja dan berlari… tapi juga soal siapa yang membimbing langkah kita semakin dekat kepada-Nya.
Alhamdulillah. Masya Allah. Hari ini lengkap Allah kasih saya rezeki.


