“Perempuan yang sudah berhasil bukan berhenti bertumbuh—mereka justru mencari ruang baru untuk menjadi lebih signifikan.”
Pertemuan dengan Ibu Lanny hari ini seperti membuka kembali lembaran awal bagaimana semuanya dimulai.
Jalan kami dipertemukan lewat mentor digital saya, Ko Denny Santoso. Pada sebuah kegiatan bersama, kami duduk di meja yang sama—makan sambil berbagi cerita ringan.
Namun dari percakapan sederhana itu, beliau mengatakan: “Aku mau menulis buku.”
Sejak saat itu, Indscript mendampingi Ibu Lanny menyiapkan buku pertamanya—sebuah karya yang bukan hanya akan menjadi dokumentasi perjalanan, tetapi juga pendamping bertumbuh bagi para perempuan yang selama ini beliau bimbing.
Ibu Lanny adalah sosok yang memulai semua dari nol. Perjalanan bisnisnya panjang, penuh pembelajaran, dan tidak pernah berhenti di satu titik. Kemampuannya belajar adalah sesuatu yang luar biasa. Dari situlah beliau membangun ekosistem pemberdayaan perempuan agar tetap produktif dari rumah, tanpa kehilangan peran utamanya sebagai ibu.
Tujuan besar beliau menulis buku tidak sebatas “punya buku”. Tidak juga sebatas branding. Lebih dari itu, buku ini akan menjadi panduan bagi perempuan yang sudah berhasil, tetapi masih ingin lebih bermakna. Mereka yang ingin naik ke level selanjutnya—lebih stabil, lebih matang, lebih visioner.
Hari ini, dalam pertemuan lanjutan kami, pembahasan semakin mengerucut pada penyelesaian buku yang telah ditunggu ribuan perempuan.
Buku ini bukan hanya milik Ibu Lanny, tetapi milik setiap perempuan yang ingin terus bertumbuh, meski harus menjalankan banyak peran sekaligus.
Perjalanan ini bukan hanya tentang menulis buku. Ini tentang menggerakkan perempuan untuk naik level—tanpa batas.


