Hari ini saya kembali merasakan salah satu kekuatan terbesar dari Business Network International: kemampuan BNI untuk menghubungkan.
Pertemuan saya dengan Ibu Evlin dan Kang Jody berawal dari sebuah postingan sederhana di wah BugMe—sebuah kabar bahwa Ibu Evlin sedang berada di Bandung.
Bu Evlin sebagai sosok pengusaha yang sangat aktif dan memiliki bisnis luar biasa yang saya kenal, saya langsung merasa bahwa saya harus bertemu, meskipun jadwal saya hari ini sebenarnya sudah padat.
Ternyata Allah mempertemukan lebih dari yang saya bayangkan. Hadir pula Kang Jody, yang membawa perspektif kreatif dari dunia video berkualitas.
Maka jadilah pertemuan itu bukan sekadar temu sapa, tapi ruang saling mempresentasikan kekuatan bisnis masing-masing.
Ibu Evlin memaparkan bagaimana konsep bisnis autopilot bisa membuat usaha berjalan rapi, tertata, produktif, dan tidak membuat pemiliknya kewalahan.
Beliau menunjukkan betapa pentingnya sistem, sehingga bisnis dapat berkembang sambil pemiliknya tetap bisa menikmati hidup, bahkan jalan-jalan tanpa khawatir.
Di sisi lain, Kang Jody menjelaskan bagaimana video berkualitas dapat mengangkat branding sebuah usaha. Caranya memaparkan proses kreatif dan standar kualitas benar-benar membuka pandangan saya tentang pentingnya visual yang kuat untuk dunia bisnis saat ini.
Inilah yang menjadikan BNI berbeda. Setiap pertemuan bukan hanya tentang hadir dan duduk, tetapi tentang saling mempresentasikan, saling menguatkan, dan saling membuka peluang.
Networking di BNI bukan sekadar hubungan, tapi pintu yang selalu menghadirkan ide baru, ilmu baru, dan kolaborasi yang dibukakan tepat waktu.


