Dalam perjalanan saya membangun Indscript, saya sering bertemu sosok-sosok hebat yang fokus pada satu hal: bisnis yang melayani manusia dengan sepenuh hati.
Yaps, mereka adalah pebisnis di bidang hospitality. Bisnis hospitality adalah bukan sekadar bisnis—ia adalah akhlak, budaya, dan keberkahan yang terus mengalir.
Di jaringan Indscript, ada lima pengusaha hospitality yang setiap geraknya mengajarkan nilai pelayanan, kerapian manajemen, dan keberanian membangun kenyamanan bagi banyak orang.
Pertama, Teh Astri. Owner Kirana Stay ini merupakan perempuan tangguh yang membangun bisnis hospitality dari hati. Sentuhannya lembut, tapi standar kerjanya tegas. Teh Astri selalu menunjukkan bahwa tempat yang nyaman dan memiliki value hanya bisa lahir dari hati yang penuh kasih.
Kedua, Pak Willy, pengusaha manajemen kos Abdi Home yang berkembang pesat yang saat ini mengelola lebih dari 1.000 kamar kost. Selain menjadi klien Indscript, beliau adalah sahabat bisnis yang luar biasa dan merupakan klien dari Ammar Kaayu. Dengan manajemen kos yang rapi, aman, dan terstruktur, Pak Willy membuktikan bahwa hospitality yang berkualitas selalu berakar pada disiplin dan kejujuran.
Ketiga, Pak Perry Tristianto, sosok visioner di balik berbagai destinasi kuliner dan wisata edukatif di Jawa Barat. Beliau mengajarkan bahwa hospitality bukan sekadar menerima tamu, melainkan membangun pengalaman yang membuat orang ingin kembali.
Keempat, Pak Dicky Sumarsono, pria yang membesarkan jaringan properti berupa hotel merupakan Pebisnis manajemen hotel Azana Hospitality dengan lebih 84 hotel yang dimanajemeninya. Cara beliau mengelola layanan membuat saya belajar bahwa hospitality adalah pertemuan antara efisiensi dan empati.
Kelima, Bu Sempa, perempuan bersahaja yang mengelola unit-unit hospitality dengan penuh ketelatenan. Ada kehangatan dan kejujuran dalam setiap ruang yang ia tata, sehingga bisnisnya selalu melekat di hati para pengunjung.
Bertemu dan belajar dari lima orang ini mengingatkan saya bahwa Indscript dan Ammar Kaayu pun harus bertumbuh dengan ruh yang sama. Menyentuh hati, melayani dengan tulus, dan menghadirkan pengalaman yang membuat orang merasa pulang karena pada akhirnya, bisnis apa pun yang kita bangun—ketika dilandasi pelayanan terbaik—akan selalu berubah menjadi ladang keberkahan yang tidak pernah habis.


