5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Cara Cerdas Mengatur Arus Uang UMKM agar Tidak Macet di Tengah Jalan

Infoindscript.com – Jepara, 14 November 2025

Omzet besar tapi uang selalu “hilang” menjadi sebuah fenomena atau kondisi yang sering dialami oleh bisnis UMKM. Banyak dari mereka yang merasa bisnisnya lancar-lancar saja, pelanggan bertambah, omset meningkat tapi mengapa jumlah uang di akhir bulan selalu menipis. Sulit bayar karyawan, bayar utang dan biaya operasional lainnya.

Fenomena ini bukanlah hal yang baru dan sering dialami oleh pelaku UMKM. Penyebab utama biasanya adalah pencatatan keuangan yang belum rapi. Banyak UMKM yang belum paham akan pentingnya pencatatan keuangan, seperti laporan keuangan yang teratur dan baik, pengelolaan risiko usaha serta arus kas yang jelas. Padahal ini merupakan pondasi utama biar bisnis bisa bertahan dan berkembang.

Kenali Sumber Keluar Masuknya Uang

Mengenali sumber keluar masuknya uang ini sangat penting bagi semua bisnis. Kas uang masuk itu sendiri adalah semua aliran uang tunai yang masuk ke rekening pribadi ataupun ke suatu bisnis. Semisal omset penjualan, hasil pinjaman, penjualan aset, hasil investasi dan penagihan piutang dari pelanggan.

Begitu juga halnya dengan aliran kas uang keluar yang mana semua aliran uang yang dikeluarkan oleh individu atau perusahaan untuk mendanai biaya operasional, pendanaan atau investasi dan pembayaran utang.

Contoh dari aliran kas keluar adalah biaya operasional yang mencakup gaji karyawan, pajak, utilitas, biaya ke pemasok bahan, pembelian aset seperti menambah mesin, belanja modal dan pembayaran utang.

Cara Cerdas Mengatur Arus Uang UMKM

Mengatur arus uang kas UMKM sangat diperlukan agar terhindar dari kemacetan dana ditengah jalan. Tidak harus menggunakan sistem yang ribet, terpenting adalah konsisten dalam melakukannya. Berikut adalah beberapa tips cerdas untuk mengatur arus masuk keluarnya uang UMKM.

1.      Buat Anggaran dan Target Bulanan

Membuat anggaran bisa membantu UMKM mengetahui seberapa banyak uang yang masuk dan keluar setiap bulan. Tujuannya tidak lain agar tidak kehabisan uang di tengah jalan meski omset sedang tinggi.

Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat target pendapatan dan batas pengeluaran agar arus kas tetap seimbang. Pisahkan anggaran untuk kebutuhan operasional dengan kebutuhan pengembangan usaha. Disamping itu pula UMKM bisa menyusun rencana setiap awal bulan dan membandingkan dengan realisasinya di akhir bulan. Apakah sesuai rencana atau tidak.

2.      Gunakan Sistem Pencatatan Sederhana

Banyak UMKM yang gagal bukan karena tidak bisa menghasilkan uang tapi tidak melakukan pencatatan keuangan dengan benar. Padahal pencatatan tidak harus menggunakan sistem yang ribet. Lakukan saja pencatatan sederhana menggunakan buku kas manual, excel atau aplikasi keuangan sederhana. Terpenting adalah lakukan dengan konsisten.

Catat setiap transaksi sekeci apapun itu. Termasuk pengeluaran untuk uang parkir, pengiriman atau return barang. Buatlah kebiasaan mencatat setiap hari agar data keuangan tidak tertumpuk dan sulit untuk dilacak.

Mengapa hal ini penting dilakukan? Tidak lain adalah untuk memberi gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan harian sehingga mudah untuk mengambil keputusan bisnis.

3.      Atur Prioritas Pengeluaran

Prinsip dasar dalam mengelola prioritas pengeluaran itu tidak semua pengeluaran  harus dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Dahulukan biaya operasional utama seperti gaji karyawan, stok bahan baku dan sewa tempat.

Sebisa mungkin tunda pengeluaran yang bersifat tidak mendesak seperti pembelian alat baru atau aksesoris toko. Gunakanlah prinsip belanja berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Hal ini bertujuan untuk menjaga arus kas uang tetap lancar dan mencegah kekurangan dana untuk kebutuhan yang lebih penting.

4.      Hindari Utang Konsumtif

Utang sendiri bisa menjadi alat bantu modal tapi bisa juga menjadi beban jika tidak digunakan secara tepat. Maka dari itu bedakan antara utang yang produktif dengan utang konsumtif. Utang produktif itu layaknya untuk menambah stok, beli mesin, untuk pengembangan usaha. Adapun utang konsumtif itu lebih untuk memenuhi gaya hidup dan di luar bisnis.

Jika memang terpaksa harus mengambil utang, pastikan ada rencana pengembalian yang jelas dan sumber pemasukkan yang bisa untuk menutup cicilan. Hindari juga untuk penggunaan kartu kredit dan pinjaman online tanpa perhitungan bunga yang matang.

Tujuan utamanya adalah agar utang tersebut bisa untuk membantu pertumbuhan bisnis, bukan untuk membuat arus uang menjadi macet.

Studi Kasus Singkat

Biasanya UMKM skala rumahan jauh lebih bisa bertahan daripada yang lainnya. Seperti warung atau kedai kopi, toko kelontong, usaha kerajinan dan lainnya. Contoh kasus seperti “Dapur Bu Lilis” usaha kue rumahan yang ada di kota Malang.

Mulanya Bu Lilis memulai usahanya dengan modal kecil dan hanya mencatat transaksi hanya dalam ingatan. Akibatnya beliau sering bingung, merasa uang jualannya cepat habis tapi tidak tahu perginya kemana.

Setelah mengikuti pelatihan UMKM Beliau mulai mencoba menerapkan pencatatan sederhana dengan menggunakan buku kas harian untuk mencatat semua transaksi uang masuk dan keluar. Di akhir pekan beliau menghitung sisa uang tuanai dan stok bahan untuk memastikan apakah catatan sesuai dengan kenyataan atau tidak.

Disamping itu, beliau juga mulai memisahkan uang pribadi dengan uang usaha dengan membuka rekening khusus usaha. Hasilnya dalam waktu 3 bulan beliau mulai bisa mengetahui keuntungan bersih tiap minggu, bisa mulai menyisihkan dana darurat dari laba dan ketika harga bahan naik, beliau tidak panik karena tahu posisi kasnya yang masih aman.

Kesimpulan

Mengelola dan mengatur arus uang bukanlah suatu hal yang susah atau rumit untuk dilakukan. Tidak harus menyewa atau membayar akuntan mahal, akan tetapi hanya butuh kesadaran dan kemauan untuk mencatat, memisahkan uang dan meninjau keuangan secara rutin. Menggunakan sistem sederhana tapi konsisten dalam mencatat jauh lebih efektif  daripada menggunakan aplikasi canggih namun, tidak disiplin dalam melakukannya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles