“Guru terbaik kadang bukan yang mengajar di depan kelas, tapi yang menuntun dengan keteladanan dan ketulusan.”
Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan kembali bertemu dengan Pak Josef — sesama member di Business Network International (BNI).
Beliau adalah sosok yang bagi saya bukan sekadar rekan jaringan bisnis, tapi juga mentor sejati bagi perusahaan kayu milik suami saya, Ammar Kaayu.
Dari beliau, saya belajar banyak hal. Tentang bagaimana mengelola perusahaan furniture dengan kesabaran, ketelitian, dan hati yang tenang. Tentang bagaimana bertahan di tengah perubahan zaman, tanpa kehilangan nilai dan prinsip dalam bekerja.
Perusahaan beliau, Ragam Media Promo, bukanlah perusahaan baru. Usianya sudah lebih dari dua dekade dan tetap kokoh berdiri. Bergerak di bidang kontraktor sipil, kiprah perusahaan ini telah menancap di berbagai proyek besar di Indonesia — bukti keteguhan dan konsistensi yang luar biasa.
Tapi yang paling berkesan bagi saya bukan hanya soal kesuksesan bisnisnya, melainkan kerendahan hati beliau. Cara beliau berbagi pengalaman, memberi masukan, dan menyemangati kami yang sedang berproses untuk menjalankan bisnis Ammar Kaayu lalu hari ini diskusi tentang menghidupkan kembali Ammar Kaayu pasca suami saya sakit — semuanya begitu tulus.
Lebih dari 3 jam kami berdiskusi tentang bagaimana mengaktifkan kembali Ammar Kaayu dengan semangat baru dan arah kolaborasi yang lebih kuat.
Masya Allah, sungguh sebuah kehormatan bisa belajar dari sosok seperti beliau — rendah hati, berpengalaman, dan tetap berjiwa pembelajar karena dari setiap pertemuan yang Allah izinkan terjadi, selalu ada ilmu dan inspirasi yang dititipkan untuk tumbuh lebih baik lagi.


