Setelah 18 tahun bersama Indscript Creative, kini saya mengambil langkah besar: menaikkan level profesionalisme, baik di Indscript Creative maupun di Ammar Kaayu.
Langkah ini bukan sekadar restrukturisasi, tapi sebuah proses menuju kematangan — dengan akan hadirnya para pemimpin baru yang akan membawa perusahaan-perusahaan ini ke level yang lebih tinggi.
Perjalanan ini bermula dari satu percakapan penuh makna dengan Ibu Fifie Rahadrja. Dalam obrolan itu, beliau mengucapkan dua kata sederhana yang menggema dalam hati saya: “Jembatan Emas.”
Kata itu seperti pesan dari langit. Saya merenung, lalu mendiskusikannya dengan mentor saya. Dari sanalah saya semakin paham bahwa sudah saatnya saya melepaskan sebagian kendali Indscript dan Ammar Kaayu, menyerahkannya pada orang-orang yang lebih tepat dan lebih profesional untuk mengelola manajemen.
Saya ini seorang intuiting, penuh ide dan intuisi, tapi juga cenderung spontan dan ekspresif. Sifat itu membuat saya kaya gagasan, namun juga bisa membuat Indscript dan Ammar Kaayu tumbuh melebar — bukan melangit karenanya, kehadiran pemimpin baru akan menjadi kunci agar Indscript dan Ammar Kaayu melesat lebih tinggi, terarah, dan berkelanjutan.
Lalu, apa peran saya? Saya akan tetap berada di garda depan, menjadi “jembatan emas” — penghubung antara Indscript, Ammar Kaayu, dan orang-orang luar biasa di berbagai kalangan.
Saya akan terus mempertemukan ide, peluang, dan manusia dalam satu ekosistem kolaboratif, agar dakwah melalui tulisan, bisnis, dan karya bisa menyebar lebih luas dan berbuah pahala.
Karena pada akhirnya, tujuan kami tetap sama:
berkarya penuh makna, berdampak sampai ke surga.
“Ketika saya berhenti ingin menggenggam semuanya, Allah tunjukkan bahwa peran saya bukan untuk memegang — tapi untuk menghubungkan. Saya adalah jembatan emas yang menyatukan kebaikan.”
Kali ini team manajemen Indscript sudah mulai menjadi perwakilan di kegiatan saya, Lita Widi Onett



