5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Renang Terapi, Sahabat Lutut dan Penyelamat Syaraf

Demi mengupayakan agar lutut saya bisa kembali lincah seperti dulu, saya berusaha mencari berbagai cara. Selain rutin menjalani fisioterapi di rumah sakit, saya pun mulai melirik satu aktivitas yang konon ampuh untuk memperbaiki sendi dan melatih kelenturan tubuh — renang terapi.

Suatu hari, tanpa direncanakan sebelumnya, anak saya sedang berenang bersama anaknya (cucu saya) di sebuah kolam renang umum yang kebetulan terletak di belakang rumah kami. Tak disangka, di sana mereka bertemu dengan salah satu nenek dari teman sekolah cucu saya. Ternyata, sang nenek itu adalah teman saya di komunitas pengajian. Tanpa menunda waktu, saya langsung menghubungi beliau dan bertanya lebih jauh tentang kegiatan renang terapi yang sering ia ikuti.

Alhamdulillah, beliau menyambut dengan penuh semangat dan mengajak saya bergabung dengan komunitas renang terapi yang ada. Sejak saat itu, saya rutin mengikuti renang terapi dua kali seminggu  dan hasilnya sungguh menakjubkan. Rasa nyeri di lutut mulai berkurang, langkah terasa lebih ringan, dan tubuh pun lebih segar. Rasanya seperti mendapatkan hadiah besar dari Allah, sebuah rejeki sehat yang tak ternilai.

 Selain renang terapi, ternyata grup renang yang saya ikuti dengan anggota sebagian besar para ibu berusia di atas 50 tahun, juga memiliki kegiatan silaturahmi yang sangat hangat. Kami saling berbagi makanan, berbagi ilmu, bahkan berbagi rejeki lewat usaha kecil masing-masing. Ada yang membawa camilan atau makanan kecil buatannya, ada yang menjual baju renang, kerudung, ada pula yang menawarkan masakan hasil olahannya. Suasananya begitu akrab dan penuh dukungan, membuat setiap sesi latihan terasa lebih dari sekadar olahraga, tetapi juga ruang kebersamaan yang menyehatkan hati.

Mengapa Renang Jadi Sahabat Lutut?

Renang dikenal sebagai olahraga dengan beban rendah (low impact exercise). Saat tubuh berada di dalam air, gaya apung membantu menopang berat badan hingga 80–90%. Artinya, lutut, pinggul, dan tulang belakang tidak harus menanggung tekanan berat seperti saat berjalan atau berlari.

Bagi penderita osteoartritis (pengapuran sendi lutut), hal ini sangat penting. Aktivitas renang memungkinkan otot-otot di sekitar lutut bekerja tanpa rasa sakit berlebih. Gerakan lembut di dalam air juga meningkatkan sirkulasi darah ke area sendi, membantu proses penyembuhan, dan memperkuat otot pendukung lutut.

Beberapa gaya renang seperti gaya dada dan gaya punggung cocok untuk terapi lutut karena tidak menuntut gerakan menendang ekstrem. Bahkan, sekadar berjalan di air pun sudah menjadi latihan yang efektif untuk melatih kelenturan sendi dan keseimbangan tubuh.

Renang, Penolong Bagi yang Sering “Syaraf Kejepit”

Tak hanya untuk lutut bermasalah, renang juga menjadi penyelamat bagi penderita syaraf kejepit (hernia nucleus pulposus), gangguan yang banyak dialami oleh wanita, terutama yang sering duduk lama, menggendong anak, atau kurang aktivitas fisik.

Gerakan meluncur dalam air membuat tulang belakang meregang secara alami tanpa tekanan berlebih. Suhu air yang hangat juga membantu merilekskan otot yang tegang dan mengurangi peradangan. Banyak dokter merekomendasikan renang terapi sebagai bagian dari rehabilitasi non-obat untuk penderita nyeri punggung kronis. Selain itu, renang mampu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan keseimbangan otot kiri-kanan, dan melatih pernapasan dalam. Kombinasi yang luar biasa untuk menjaga kebugaran dan mengembalikan vitalitas tubuh.

Bonus Bahagia dari Setiap Cipratan Air 

Yang saya rasakan bukan hanya manfaat fisik, tetapi juga kebahagiaan emosional. Setiap kali tubuh menyentuh air, rasa rileks dan ringan seolah menghapus beban pikiran. Saya merasa lebih tenang, lebih segar, dan tidur pun lebih nyenyak.

Renang terapi ternyata juga menjadi ajang silaturahmi yang menyenangkan. Di kolam, kami berbagi cerita dan semangat, mulai dari ibu-ibu pensiunan, oma-oma enerjik, hingga ibu-ibu muda yang baru belajar menjaga kesehatan. Saling menyemangati, saling tertawa, dan pulang dengan hati bahagia.

Kini, setiap kali saya melangkah ke kolam, saya selalu mengucap syukur. Siapa sangka, pertemuan tak terduga di kolam renang umum di belakang rumah membuka jalan bagi kesembuhan dan kebugaran saya. Air bukan hanya menyejukkan, tetetapi juga menyembuhkan. Dan saya percaya, setiap percikan air membawa berkah untuk lutut, punggung, dan semangat hidup.

#RenangTerapi #LututSehat #SyarafKejepit #OlahragaAir #HealingWithWater #SehatCeria #AktifDanBahagia #TerapiAir #HidupSehatBersamaAllah #MoveBetterLiveBetter

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles