5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Perjalanan Memperjuangkan Masa Depan

Aku adalah Amalia Maurizka yang memiliki individu berkebutuhan khusus sebagai seorang difabel. Merasakan kebimbangan dalam menjalani hidupnya, ketika sekolah dasar aku tidak mengetahui bahwa memiliki keterbatas dalam berbicara dan berjalan. Beranjak dewasa lalu harus melanjutkan pendidikan di sekolah khusus kini aku baru mengerti, tetapi aku sempat kecewa dan menolak untuk sekolah di SKH PGRI Rangkasbitung. Namun, seiringnya berjalan waktu mulai ada rasa nyaman dan semangat untuk mengikuti pelajaran.

Bertemu dengan guru dan teman-teman yang membuatku bahagia, setiap belajar aku merasakan bahagia karena bisa dianggap seperti orang tua yang mendidiknya dengan penuh rasa sabar dan ketulusan. Tidak terasa aku akan tamat sekolah, lalu masa remajaku yang kurang baik saat mengalaminya. Selepas sekolah pernah terpikir “bahwa hidupku akan bergantung dengan keluarga.” Aku pun pernah berjualan makanan secara online, dan Ayah siap membantu untuk mengantarkannya. Selama dua tahun merasa tidak memiliki arah tujuan, sempat membuka warung sembako namun tidak berjalan lama.

Pada tahun 2022, aku mengikuti pelatihan di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor. selama tiga bulan dan mendapatkan teman dari berbagai daerah, setelah pelatihannya usai aku pulang kerumah kembali. Selama satu tahun hati ini gundah gulana, ketika Allah memberi ujian begitu berat dan ingin mengakhiri hidup ini. Amarah yang meledak saat problem itu terjadi, selalu berusaha membenarkan masalah agar selesai dituntaskan. Semua itu aku berusaha untuk belajar menerima dan memperbaiki diri, meminta petunjuk agar hidup ini mengetahui tujuannya akan dibawa kemana. Tidak sengaja aku melihat iklan di Facebook Nulis Jadi Duit, mungkin itu salah satu jalan untuk memperjuangkan kehidupan.

Komunitas Penulis

Hanya tekad dalam diri untuk ikut bergabung dengan salah satu komunitas penulis secara online. Melalui WhatsApp Instagram dan Telegram, mengikuti syarat peraturan menulis jika lolos seleksi mendapatkan honor sebesar dua puluh lima ribu rupiah. Menekuni dengan kesungguhan hati, tidak pernah berkomentar dalam grup WhatsApp, tetapi sering mengirimkan sedikit-sedikit tulisan. Selama empat bulan bergabung aku baru mulai berani berbincang di dalam grup, dan menjelaskan tentang kondisiku yang serba kekurangan. Beberapa menit kemudian, ada telepon lewat Instagram dari Teh Indari Fouender Indscript Creative.

Beliau belum mengerti caraku berbicara dan meminta untuk di dampingi oleh ibu tersayang, tidak lama pembicaraannya namun Teh Indari terharu ketika mengenalku. Sore harinya Teh Indari menelepon kembali, “Amalia, kamu mendapatkan beasiswa untuk menulis buku antologi Tangguh dari Bu Lela.” Sungguh aku tidak bisa berkata-kata, karena investasinya cukup lumayan besar. Dan aku diminta menulis naskah sebanyak empat lebar berserta profil selama dua jam, aku pun WhatsApp Bu Lela lalu beliau mendampingiku untuk membuat mind mapping. hingga tulisan itu selesai lalu di edit oleh Kak Dian, satu bulan kemudian launching bukunya dan disaat naskah yang berjudul perjalanan berliku dibacakan oleh Teh Indari. Launching bukunya melalui zoom meeting, saat itu naskah itu dibaca air mata Teh Indari jatuh karena membacanya dengan hati yang tulus, sekitar bulan Desember 2024 ada acara kopdar di Bogor. Pertemuan pertama kalinya dengan penulis hebat, pelukan hangat itu aku dapatkan. Selesai acara, sepenggal kata yang diterima oleh Ibuku “Bu, saya titip Amalia ya. Nanti akan dikembangkan hidupnya untuk di masa depan.”

Satu minggu setelah acara di Bogor buku itu sampai di rumah. Masih bingung cara jualannya gimana? Separuh sudah terjual dibantu dari story WhatsApp ibu, orang kantor, sahabat ibu, dan beberapa tetangga yang membelinya. Aku pun diberi ilmu untuk strorytelling oleh Teteh dan Kak Diah, agar penjualan buku lebih mudah.

Pertemuan di Bikasoga lebih mengenal anggota indscript, ada beberapa editor bisa bertemu langsung. Sambil launching muda nulis buku, sebelumnya mendapatkan beasiswa dari bu Shinta untuk kelas afirmasi. Lalu bu Nurul Jannah yang memberikan beasiswa artikel. Tanggal 30 Agustus di hotel Savoy homan lebih mengenal banyak lagi, nama yang tidak bisa disebut satu persatu dan disana menemukan kebahagiaan serta dukungan yang tidak pernah berhenti.

Sales Academy dan Gerakan Literasi Islami

Grup itu adalah materi penjualan buku dengan syariat, ikhtiar dan tawakal. Hari senin-jumat jam 08.00 sesi audio chat, menerima materi untuk mengoptimalkan penjualan buku. Setelah diterapkan alhamdulillah buku tangguh setiap bulan ada peminatnya.

Alhamdulillah gerakan literasi sedikit bisa mengikuti, sudah ada donatur untuk buku Tangguh yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah daerah Rangkasbitung. Mudah-mudahan bisa lebih menginspirasi lebih banyak orang.

Masya Allah komunitas yang mengubah hidup ini menjadi lebih baik. Yang ditekuni menulis kisah dan artikel, tetapi Allah membuka pintu rezeki selebar mungkin. Setelah menerapkan sales academy setiap bulan ada peminat untuk membelinya, dan aku bersyukur diberi aman untuk menyumbangkan buku tersebu. Bunda Indari berserta tim Indscript, terima kasih sudah hadir dan selalu membimbing Amalia dengan kesebaran. Serta para anggota penulis Indscript yang membatu sehingga Amalia bisa meraih keberhasilan dalam dunia penulisan dan menjualkan buku. Harapannya agar tetap redah hati, dan selalu merapkan ilmunya, semoga ke depannya bisa lebih mudah mempromosikan buku. Keterbatasan bukan menjadi penghalang meraih kesuksesan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles