Di tengah derasnya arus informasi digital, saya menyadari satu hal: buku masih sering terasa berat untuk didiskusikan.
Banyak yang belum melihat membaca sebagai kebutuhan, apalagi kebiasaan harian. Buku masih dianggap sekadar benda, bukan sahabat berpikir.
Namun dari kegelisahan itulah lahir sebuah tekad — bagaimana agar literasi semakin dekat dengan hati masyarakat.
Melalui Gerakan Literasi Islami, kami telah bergerak dari sekolah ke sekolah, dari universitas ke universitas, dari komunitas ke komunitas. Kami melihat sendiri bahwa masyarakat membutuhkan bukan hanya ajakan, tapi juga hadiran nyata.
Maka kemudian lahirlah gagasan besar ini: LITERASI BERGERAK.
Apa itu Literasi Bergerak?
Ini adalah gerakan yang membawa buku turun ke jalan — menyapa masyarakat dengan cara baru, lebih hangat, lebih hidup, lebih dekat.
Kami sedang menciptakan Mobile Literary Movement — sebuah mobil yang akan didesain secara khusus dengan isi yang penuh cahaya ilmu:
Di dalamnya ada toko buku mini yang menjual karya-karya penulis INDSCRIPT dari berbagai genre.
Ada perpustakaan keliling yang bisa dibaca siapa pun, kapan pun.
Ada ruang kecil untuk workshop dan kelas singkat literasi.
Bahkan ada area konsultasi tempat siapa pun bisa belajar menulis, berdiskusi tentang ide buku, hingga belajar teknologi AI yang kini menjadi bagian dari dunia penulisan.

Kami tidak akan menunggu orang datang — kami yang akan mendatangi mereka.
Kami akan masuk ke sekolah-sekolah, pesantren, kampus, komunitas, hingga pedesaan dan kota kecil yang mungkin belum tersentuh literasi.
Karena kami percaya, ketika literasi datang menyapa, masyarakat pun akan membuka hati.
Mereka akan mulai membaca, menulis, berdiskusi, bahkan mungkin melahirkan karya pertamanya.
Inilah yang kami sebut dengan buku multi-format. Buku tidak lagi hanya bentuk fisik, tapi menjadi gerakan, menjadi ruang konsultasi, menjadi sumber inspirasi yang hidup. Buku adalah kendaraan menuju perubahan — bukan sekadar bacaan.
Dan kini, kami membuka peluang kolaborasi bagi para pengusaha Muslim, pemerhati pendidikan, dan pejuang literasi untuk ikut bergabung dalam mewujudkan Literasi Bergerak.
Insya Allah, bersama-sama kita bisa menghadirkan satu mobil yang membawa jutaan cahaya ilmu.
Kita akan turun ke jalan membawa buku, menebar keberkahan, dan menanamkan cinta pada ilmu di setiap hati yang kita temui.
Karena sejatinya, literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis — tapi tentang menyalakan peradaban.
Dan peradaban itu akan bergerak, jika kita bergerak.


