Di antara ribuan penulis yang bergabung di INDSCRIPT, ada satu sosok yang selalu membuat saya terharu setiap kali menyebut namanya — Amalia.
Ia adalah penulis buku Antologi Tangguh, seorang perempuan luar biasa yang meski hidup dengan keterbatasan fisik, justru menunjukkan semangat tanpa batas.
Sebelum bergabung dalam penulisan buku di Indscript, Amalia sudah aktif menulis artikel dan kisah inspiratif. Namun, ketika ia masuk dalam pendampingan menulis buku kami, Amalia semakin bertumbuh secara positif.
Kini Amalia menjadi satu dari 300an penulis yang mengikuti Sales Academy for Writer di Indscript sekaligus penulis di Gerakan Literasi Islami yang setiap hari mendapatkan pendampingan melalui audio chat di grup khusus.
Sesuatu yang berbeda terjadi. Ia tidak hanya menulis — ia bergerak. Ia mengikuti setiap proses di akademi dengan penuh semangat: belajar membangun branding, memasarkan buku, hingga terlibat penuh serta aktif dalam Gerakan Literasi Islami, terutama untuk mendonasikan buku beliau ke sekolah di wilayah Rangkasbitung, Serang.
Beliau bergerilya mencari donatur untuk donasi bukunya dan Masya Allah donatur terus berdatangan atas izin Allah menyambut semangat juang beliau berdakwah melalui buku.
Yang membuat saya semakin kagum, Amalia bukan sekadar belajar — tapi langsung mengimplementasikan setiap ilmu yang diterimanya. Tidak menunda, tidak mencari alasan. Ia mempraktikkan apa yang menjadi fondasi di INDSCRIPT: syariat, ikhtiar, dan tawakal.
Dan hasilnya? Masya Allah. Mentalitasnya semakin kuat, kepercayaannya kepada Allah semakin dalam, dan pencapaian hidupnya semakin meningkat.
Ia menjadi bukti nyata bahwa ketika seseorang berpegang pada nilai-nilai Islam dan mau bergerak tanpa “nanti” dan “tapi,” maka jalan menuju keberkahan akan terbuka lebar.
Kisah Amalia mengingatkan kita semua — bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti. Justru dari sanalah kekuatan sejati tumbuh.
Jadi, untuk semua penulis yang membaca ini, bergeraklah hari ini.
Setiap ilmu yang Allah hadirkan padamu, segera amalkan.
Karena ridho-Nya tidak datang pada mereka yang hanya menunggu, tapi pada mereka yang melangkah.


