Cerita tentang guru baru SMP ku di SLB/D D1 YPAC Semarang
Pertama kali aku sudah saling kenal sama ibu guru baru masuk d YPAC,, waktu kelas 6 SD sudah mau ujian Nasional dan mau masuk SMP, Sebelum ujian Nasional dimulai. Masuk sekolah hari biasa karena masih kelas 6 SD.
ketika jam istirahat aku sempat main ke kelas teman sambil membawa jajan dan minum air putih dingin biar aku tidak pusing belajar pelajaran hehehe.. hehehe….
Aku lagi asyik mendengarkan temen sedang ngobrol-ngobrol cerita tentang mengejar impian untuk masa depan mereka, Apa cita-cita mereka yang terbaik untuk masa depan.
Lalu kembar ingin berumah tangga kalau umurnya sudah dewasa. Itulah kemanpuan mereka yang bisa mandiri dan berpikir positif. Aku bertanya sama mereka masa depan nanti jadi ibu rumah tangga apa tidak kerja dulu kalau habis kuliah? Mereka menjawab suamiku yang kerja. Nanti aku dirumah santai hehehe….hehehe…
Ketika mereka pada tanya-tanya sama temen satu kelas dan aku. Apakah punya cita-cita untuk masa depan nanti, Kalian punya cita-cita apa? Mereka menjawab bertanya satu-persatu dari teman satu kelas apalagi aku masuk kelasnya beda tidak sama dengan mereka.
Teman lainnya menjawab cita-citaku belajar cari usaha sendri dirumah sama orang tuaku,, Teman satu lagi menjawabnya dengan semangat. Aku malas kerja tapi kupikir untuk masa depanku bagaimana kalau tidak ada uang buat beli kebutuhanku sendiri dan tidak bisa membantu orang tua ku kalau bapak ibuku sudah tua dan tidak kerja lagi. Mendingan aku belajar nyulam pita dari skarang ini mumpung masih sekolah lebih banyak belajar keterampilan itulah usaha dan perjuanganku sendiri bisa menghasilkan uang dari hasil karyaku bisa buka toko usaha sendiri..
wah keren nih,, aku setuju sekali itu berjuang mencari nafkah sendiri dari hasil karya. Aku juga berpikir kayak gitu untuk masa depan punya toko usaha sendiri dari hasil karya biar tidak menyusahkan orang lain dan bisa membantu orang tuaku Karena aku merasa sedih melihat orang tua sudah tak cukup untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Bundaku pernah bilang nanti kalau kamu sudah dewasa punya toko usaha sendiri dari hasil karya kamu, Tapi aku tidak mau menuruti bunda kayak gitu. Aku sempat marah-marah dirumah dan bilang sama bunda,, Kakak yang buka toko usaha toh,. Kenapa aku terus sih? Bunda menjawab’ karena kakak sudah punya kerja sendiri dan Kamu anak difabel biar bisa mandiri. bisa berguna membuka toko usaha sendiri dari hasil karya kamu sendiri., Kamu akan melakukan itu dengan baik dan bisa bertanggungjawab. Bunda bertanya Kenapa kamu tidak mau menuruti bunda? Aku menjawab dan minta maaf kepada bunda. Karena Aku sudah punya cita-cita sendiri.’ lalu bunda bertanya lagi’ cita-citamu apa? apakah kamu mau menjadi bos seperti papah? Aku menjawab dengan keyakinanku sendiri ‘bukan, bunda… Cita-citaku menjadi penulis buku’
Lalu Bunda menasehatinku, Kalau Allah tidak memberikan keinginanmu menjadi penulis buku. Allah itu tahu memberikan apa yang terbaik untuk kamu di masa depan nanti, Belajar berkarya dari sekarang ini. ‘Namun aku marah-marah karena berkarya itu jadinya lama banget dan malas membuat berkarya terus. ‘Bunda menasehati lagi dengan mengelus kepalaku Coba Allah memberikan berkarya di pelajaran SMP nanti, kamu akan heran. Menurut bagaimana? Apakah harus menolak? Aku menjawab ‘insyaAllah’ mau belajar dengan berusaha dan berjuang..,, Tapi jadi tas nya dua tahun hehehe….hehehe… Bunda bilang nggakpapa, nduk…, yang penting kamu bisa belajar berkarya. Nanti lama-lama bisa cepat membuat tas yang modal aneka dan menjadi pengalaman kamu. Kalau sudah berhasil berkarya dengan modal aneka’ nanti Kamu boleh menulis cerita tentang apa saja yang kamu pikirkan dalam hati, Bunda selalu mendoakan kamu. Semoga cita-citamu menjadi penulis buku akan tercapai dan meraih sukses masa depan,, sudah sukses jangan lupa membantu orang lain yang sedang kesulitan,
Mereka pada heran dan heboh karena mendengarkan ceritaku tentang mengejar impian yang dicarikan oleh Allah dan orang tua. Mereka bilang orang tuamu hebat mendidikkanmu cerdas., Aku punya impian ada dua jadi aku pusing sana sini kalau sudah berhasil dan sukses hehehe…hehehe….
mereka mengajak berdoa bersama
Bismillah.., Ya Allah.. semoga cita-cita Kita semua tercapai, akan meraih sukses dan bahagia selalu. Kita semua sehat-sehat terus Aamiinnn ya Allah.. ‘teman-teman satu kelas ikut Amiinnn’ Semoga doa kita semua dikabulkan oleh Allah ya kembar..,
Mereka satu kelas 6 SD dan juga sama-sama mau ujian Nasional.. ‘Ketika aku bertanya sama kembar. Mulai ujian Nasional kapan? Mereka berdua menjawab mungkin tiga bulan lagi. Iya aku juga tidak tahu. Belum ada memberi tahu dari bapak ibu guru.,
Lalu mereka ngobrol-ngobrol kalau kita semua sudah punya kegiatan masing-masing nanti kita lupa sama teman atau sahabat dan dikirain mereka. Kita sombong karena tidak pernah memberi kabar. ‘Sibuk sana sini’ aku menjawab iya bener.. sibuk banget sama perkerjaan sendiri dan tidak pernah memberi kabar kepada orang tua hehehe…hehehe…, mereka bilang Kamu kurang ajar Hahaha…. hahaha…,, Aku ketawa Karena diolok-olok banget… ‘insyAllah’ aku tidak sibuk kalau ada waktu nanti kita sama-sama memberi kabar teman lain dan kita bisa ketemu di tempat umum ya?
‘Bel istirahat nya sudah berbunyi’ waktunya masuk kelas sendiri. Ketika aku mau keluar dari kelasnya teman dan tidak bisa lewat Karena Bu guru baru itu lagi ngobrol sama pak kepala sekolah di depan pintu. ‘Aku sudah bilang permisi tapi tidak ada yang denger. Lalu aku menunggu sampai selesai ngobrolnya. Sesudah selesai ngobrolnya dan begitu pintu kelas nya sudah tutup. Aku bilang ‘maaf Bu.. ‘saya bukan kelas di sini., Ibu guru itu bertanya sama aku., Kamu kelas ini juga kan? Aku menjawab bukan Bu.. saya masuk kelasnya sebelah., Ibu guru baru bertanya lagi. Kamu kelas 6 SD juga kan. Berarti kamu masuk kelas ini? ‘Aku menjawab bukan kelas ini’ Bu.., Saya masuk kelasnya sebelah. Nama kelas mampu latih dan kelas 6 SD jadi tidak sama dengan kelas mereka Bu.., permisi saya mau keluar dan masuk kelas saya sendiri’ Ibu guru baru menjawab oo.. Begitu ya..’ ketika Aku sudah jalan didepan pintu, Ibu guru baru memanggil aku.
‘Hai sini-sini bentar’ Nama kamu siapa? Aku menjawab nama ku Raras Bu.., Kalau ibu siapa namanya? Ibu guru baru menjawab’ Bu Arum dan Bu Han
Berapa bulan kemudian. Setelah liburan sekolah selesai Aku sudah masuk kelas 1 SMP. Ketika aku masuk sekolah agak terlambat karena lagi nunggu kakak siap-siap mau berangkat kerja sekalian nganterin aku ke sekolah naik motor.
Ketika jam 07.30 teman satu kelas ku sudah masuk. Pak kepala sekolah begitu masuk kelas, lalu semua murid satu kelas memberi salam kepada pak kepala sekolah. ‘Selamat pagi bapak kepala sekolah’ Pak kepala sekolah itu kagum dan menjawab ya.. selamat pagi semua,, lalu pak kepala sekolah bertanya dan mencari aku. Kok muridnya kurang satu. Raras kemana? Teman satu kelas ku menjawab sebentar lagi datang. Raras masuk sekolah nya agak terlambat pak,, Pak kepala sekolah bertanya lagi apakah kalian semua sudah kenal sama Bu guru baru itu dan Namanya siapa? Mereka menjawab’ sudah, Baru saja saling kenal. ‘Bu Arum’
mereka sedang menunggu aku untuk mengikuti pelajaran SMP., Ketika aku sudah sampai di sekolah jadi bingung masuk kelas dimana? Malah aku masuk kelasnya teman lain yang sedang belajar. Aku kerilu, salah masuk kelas’ Untung ada Alvin keluar bentar Karena habis beli buku dan ketemu aku sedang bingung’ alvin memberi tahu kamu masuk kelasnya dekat kelas komputer sana.
Aku bilang’ makasih ya Alvin..,
Ketika aku mengetuk pintu kelas dan pak kepala sekolah membuka pintu. Beliau mempersilahkan aku duduk di kursi ku., aku Begitu masuk kelas lalu tak lupa memberi salam kepada pak kepala sekolah., Aku duduk di depan karena pak kepala sekolah sudah tahu kalau aku bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Kemudian pak kepala sekolah keluar dari kelas ku.,
Lalu Bu Arum sudah tahu wajah ku dan bertanya-tanya terus kepadaku’ kamu Raras kan? Kenapa masuk sekolah terlambat? Aku menjawabnya sedikit’ Karena lagi nungguin kakak siap-siap mau berangkat kerja sekalian nganterin aku ke sekolah naik motor jadi terlambat Bu Arum ‘Iya ini Raras Bu…’
Pelajarannya sudah dimulai dan Bu Arum mengajar semua murid belajar membaca tapi ada yang bisa baca sendiri yaitu aku.,,
aku berpura-pura tidak bisa baca sendiri hehehe…hehehe…
Aku merasa sudah hafal semua dan melihat di papan tulis itu belajar seperti anak Kecil masih kelas satu SD tapi Teman lainnya ada yang belum bisa baca sendiri ‘karena lambat belajar’ aku selalu memaklumi mereka., Ketika Bu Arum memanggil aku untuk membaca di papan tulis itu dan aku membacanya dengan lancar.
lalu Bu Arum merasa heran kalau aku sudah bisa baca sendiri dan Bu Arum bertanya sama aku.. siapa yang ngajarin kamu baca ini dengan lancar? ‘Aku menjawab sedikit’ yang ngajarin aku membaca Bu Yudi. Waktu kelas satu sampai kelas tiga SD,
Ketika Bu Arum mencoba mengajar pelajaran lebih sulit untuk aku. ‘Yaitu pelajar SMP’ dan memberi pelajaran dipapan tulis itu mengulang satu atau dua kali sampai aku paham dan bisa belajar sendiri tanpa ada bertanya kepada ibu guru,
Ketika nilai belajarnya bagus tapi ada yang jelek bahasa Inggrisnya ‘karena bicaraku sulit’ Lalu Bu Arum menggantikan pelajaran dengan keterampilan
Itu kisah cerita waktu aku masih sekolah dan saling kenal sama Ibu guru baru
Semoga Allah melindungi semua bapak ibu guru SLB/D D1 YPAC Semarang


