Infoindscript.com – Rangkasbitung – 14 Oktober 2025
Suka memakai busana yang berbahan kain tenun? Sebagai salah satu karya tekstil bernilai seni yang tinggi, kain tenun berkembang di Indonesia sebenarnya mempunyai banyak variasi desain dan motif yang menarik. Namun tidak hanya menarik, dari segi motif dan tampilannya saja kain tenun juga memiliki makna tersendiri yang tersembunyi di dalamnya.
Pengertian Kain Tenun
Kain tenun termasuk jenis kain yang dihasilkan dari proses penyediaan dengan menggunakan prinsip yang sederhana. Yaitu teknik persilangan benang lusi dan benang pakan secara bergantian, benang lusi merupakan benang yang disusun dengan lurus secara vertikal. Sedangkan benang pakan merupakan benang yang disusun lurus secara horizontal. Benang lusi (wrap) digunakan sebagai penyangga utama sebuah kain tenun pada umumnya, dibuat dari bahan yang kasar dan kuat dibandingkan dengan benang pakan (weft) yang hanya dipakai sebagai pengisi saja.
Tujuan utamanya agar benang lusi tersebut mampu menahan tarikan dan sentakan, ketika direntangkan pada alat tenun. Kualitas tenunan biasanya dapat dilihat dari kualitas bahan, keindahan warna kain, motif pola dan ragam hiasnya. Khususnya di negara Indonesia sendiri, proses produk kain tenun lebih banyak dibuat dalam skala rumah tangga. Dengan ciri khas kain tenun yang berkembang di Indonesia umumnya memiliki makna filosofi dan nilai sejarah yang menceminkan jati diri bangsa.
Jenis-jenis Kain Tenun Indonesia
Berdasarkan desain dan kegunaannya kain tenun dengan segenap teknik sehingga ragam hiasnya sampai saat ini, bahkan telah mengalami banyaknya perkembangan. Beberapa jenis tenun adalah sebagai berikut:
1. Kain Tenun Lurik
Kain lurik merupakan salah satu kain tenun nusantara yang tumbuh dan berkembang di Pulau Jawa. Sama seperti jenis kain lain di nusantara, kain lurik juga sarat akan makna. Tiga daerah penyebaran lurik di Pulau Jawa, yaitu daerah Solo, Tuban, dan Yogyakarta. Filosofi dan makna sehelai kaain lurik biasanya mencerminkan motif dan warna lurik. Beberapa corak kain tenun lurik ada yang dianggap sakral, dan memberi nasehat, harapan, serta petunjuk.
a. Corak Kluwung
Corak kluwung dianggap sakral serta mempunyai tuah untuk tolak bala, secara simbolis corak kluwung dilukiskan dengan garis-garis lebar beraneka warna bagaikan pelangi. Corak ini digunakan untuk berbagai upacara yang sakral, seperti pernikahan, mitoni, dan labuhan.
- Kain lurik digunakan dalam upacara mitoni dengan harapan anak yang dikandung lahir selamat dan terhindar dari maut.
- Kain lurik digunakan dalam upacara pernikahan dengan harapan kedua mempelai bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.
- Kain lurik digunakan dalam upacara labuhan dengan harapan untuk memperoleh keselamatan.
b. Corak Tumbar Pecah
Corak tumbar pecah diibaratkan orang yang memecahkan ketumbar dan aromnya seharum ketumbar. Corak ini digunakan sebagai kemben dalam upacara mitoni, dengan tujuan agar kelahiran berjalan dengan lancar. Kemben pada perut ibu hamil ini sama halnya dengan penolak bala.
c. Corak Tuluh Waktu
Corak tuluh waktu memiliki arti batu yang bersinar dan bisa kuat atau perkasa, corak ini bisa dipergunakan sebagai penolak bala pada upacara ruwatan dan sebagai pelengkap upacara labuhan. Karena termasuk upacara sakral dulu hanya dipakai oleh orang yang berbudi luhur.
2. Kain Tenun Bentenan
Kain tenun bentenan merupakan kain tradisional masyarakat Minahasa yang diproduksi dari bahan dasar serat kulit kayu lahendong dan sewukouw pohon yang disebut dengan fuya, serat nanas dan pisang yang disebut koffo, serta bumbu yang ditenun secara tradisional.
Ragam atau hias yang terdapat pada kain bentenan diantaranya berupa:
- Tonilama dengan benang putih dan tidak berwarna.
- Kokera dengan motif bunga warna-warni yang bersulam manik-manik.
- Dipinatikan dengan motif garis-garis jala dan bentuk segi enam.
- Sinoi dengan benang beraneka warna dan berbentuk garis-garis.
- Tinonton mata dengan gambar manusia.
- Tinompak kuda dengan beraneka motif berulang.
- Kaiwu Patola dengan motif patola dari India.
Dapat dipercaya memiliki nilai yang paling tinggi sebagai simbol leluhur pertama orang Minahasa. Sementara motif kaiwu patola lebih banyak dimanfaatkan sebagai alat tukar menukar.
3. Kain Tenun Buna Isana
Kain tenun buna isana berasal dari NTT yang merupakan kain tenun full handmade yang saat ini banyak dicari oleh para pecinta kain nusantara. Kain buna dengan warna yang indah dan full color sangat cocok untuk dijadikan baju tenun, tas tenun, atau aneka souvenir lainnya.
Penutup:
Indonesia memiliki berbagai jenis kain tenun yang kaya akan filosofinya, seperti Ulos Batak yang melambangkan kasih sayang dan persaudaraan. Kain tenun lurik yang dianggap sebagai memberikan nasehat, harapan, dan petunjuk, kain tenun bentenan adalah kain tradisional masyarakat Minahasa yang diproduksi dari serat kulit kayu, dan kain tenun buna isana merupakan kain tenun full handmade yang saat ini banyak dicari oleh pecinta kain nusantara. Yang memiliki simbolisme terkait upacara adat, status, dan spiritualitas.


