Masya Allah, semakin hari saya makin yakin bahwa perak adalah investasi masa depan yang sangat menjanjikan. Enam bulan lalu, saya membeli 100 gram perak seharga Rp2,2 juta. Bulan lalu, saya menjualnya di harga Rp2,6 juta. Artinya, dalam waktu enam bulan saja, perak sudah naik sekitar 18%!.
Hari ini saya baru tahu kalau harga perak di lapangan sudah Rp4,2 juta, woooow kenaikannya luar biasa. Hampir 100 persen!
Kenaikan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi bukti nyata bahwa potensi perak luar biasa besar apalagi setelah saya bertemu langsung dengan Ibu Fifie Rahardja, produsen logam mulia di bawah brand Matahari Terbit. Beliau bercerita bahwa saat ini permintaan perak meningkat pesat hingga harus inden dua bulan untuk memenuhi permintaan para investor.
Melihat hal itu, saya semakin optimis bahwa inilah saat terbaik untuk mulai berinvestasi di perak. Ketika harga emas sudah melambung tinggi, perak hadir sebagai alternatif cerdas dan syariah-friendly bagi siapa pun yang ingin menjaga nilai kekayaannya dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.
Bagi saya, investasi bukan sekadar menabung, tetapi tentang menyiapkan masa depan dengan penuh kesadaran.
Dan perak—dengan kilaunya yang tenang namun kokoh—telah menjadi bagian dari perjalanan saya menuju kebebasan finansial yang bernilai ibadah.

Perak bukan sekadar logam. Ia adalah cermin masa depan yang bersinar bagi mereka yang berani memulainya hari ini.


