Infoindscript.com – Rangkasbitung, 30 September 2025
Pola makan sehat untuk orang yang sudah lanjut usia mungkin berbeda. Karena pertambahan usia bisa menyebabkan terjadinya penurunan nafsu makan, kemampuan tubuh untuk mencerna makanan, serta gangguan kesehatan yang mempengaruhi proses mengunyah dan menelan makanan. Kebutuhan asupan nutrisi dan makanan untuk lansia tentu berbeda dengan orang yang masih muda, hal tersebut disebabkan oleh kemampuan organ pencernaan yang berubah. Saat asupan nutrisi padaa lansia tidak terpenuhi, daya tahan tubuh pun akan melemah.
Apalagi, penuaan berkaitan dengan defisiensi mikronutrien yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Salah satu solusi mencegah dan mengatasi sejumlah kondisi tersebut adalah memilih pola makanan yang sehat dengan asupan nutrisi dan gizi seimbang. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam pola makanan lansia?
Jumlah Kebutuhan Kalori dan Cairan Lansia
Setiap kelompok usia memiliki kebutuhan kalori yang berbeda. Bahkan perbedaan jenis kelamin juga mempengaruhi kebutuhan kalori, dalam panduan yang diterbitkan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, Angka Kecukupan Gizi (AKG). Masyarakat Indonesia, kecukupan kalori lansia per hari adalah:
1. Kebutuhan Kalori Laki-laki
- Usia 50 – 64 tahun: 2150 kkal
- Usia 65 – 80 tahun: 1800 kkal
- Usia 80 tahun ke atas: 1600 kkal
2. Kebutuhan Kalori Perempuan
- Usia 50 – 64 tahun: 1800 kkal
- Usia 65 – 80 tahun: 1550 kkal
- Usia 80 tahun ke atas: 1400 kkal
Dalam pola makanan sehat manusia, kebutuhan air adalah salah satu hal krusial untuk diperhatikan. Alasannya, karena tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Agar tubuh dapat bekerja dengan baik. Harus memastikan tubuh terhidrasi dengan baik melalui pemenuhan kebutuhan cairan. Hal tersebut bisa berlaku untuk lansia.
1. Kebutuhan Air Laki-laki
- Usia 50 – 64 tahun: 2500 militer
- Usia 64 – 80 tahun: 1800 militer
- Usia 80 tahun ke atas: 1600 militer
2. Kebutuhan Air Perempuan
- Usia 50 – 64 tahun: 2350 militer
- Usia 65 – 80 tahun: 1550 militer
- Usia 80 tahun ke atas: 1400 militer
Biasanya saat tubuh membutuhkan cairan kita akan merasakan haus. Namun seiring bertambahnya usia, respons rasa ini menjadi berkurang. Akibatnya lansia kerap mengabaikan tanda-tanda tubuh butuh cairan. Jika lansia akan mengalami dehidrasi, kabar buruknya saat dehidrasi ini berlangsung cukup lama dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan saluran kemih. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan cairan pada lansia adalah hal vital yang harus diperhatikan. Kebutuhan cairan pada lansia seperti kebutuhan cairan dewasa umumnya, lansia direkomendasikan minum delapan gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Porsi Makan Lansia Setiap Hari
Hal yang sering membingungkan saat membicarakan porsi makan orang tua, adalah seberapa besar porsi makan dan berapa kali lansia makan setiap harinya. Dengan menggunakan piring yang biasa dipakai untuk makan, pembagian porsi sendiri adalah setengah piring yang berisi buah dan sayuran. Sedangkan setengah piring lainnya berisi makanan pokok dan lauk-pauk.
Beberapa pola makan pada lansia yang perlu diperhatikan, adalah sebagai berikut:
1. Fokus Pada Asupan Gizi yang Seimbang
Idealnya, makanan untuk orang tua merupakan makanan sehat yang membuat tubuh tetap bisa menjaga berat badan yang ideal. Menyerupai energi serta mencukupi kebutuhan nutrisi. Komposisi gizi dasar yang harus dipenuhi dalam menu makanan sehat untuk lansia adalah:
- Protein, baik hewani maupun nabati
- Serat, vitamin, dan mineral dari sayuran serta buah.
- Karbohidrat komplek dari sumber makanan pokok seperti: kentang, nasi, atau umbi-umbian.
2. Membatasi Konsumsi Garam, Gula dan Lemak
Jenis makanan yang baik untuk lansia adalah makanan yang rendah garam, gula dan garam. Mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam dapat memicu penyakit jatung. Jika kerap dikonsumsi, jenis makanan ini dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan sebagainya. Penyakit kroni tersebut akan meningkatkan risikonya penyakit jantung. Lalu, berapakah batasan asupan gula, garam, dan lemak yang dikonsumsi lansia? Untuk batasan asupan gula, garam, dan lemak adalah satu sendok teh per hari. Sedangkan asupan lemak maksimum adalah lima sedok makan atau 67 gram minyak sayur per hari.
3. Memperhatikan Porsi Makanan
Saat mengatur makanan untuk lansia, maka jumlah makanan juga harus diperhatikan. Tentunya, kita tidak ingin orang tua kekurangan nutrisi karena jumlah porsi makanannya tidak mencukupi. Untuk memastikan asupan nutrisi agar terpenuhi, kita bisa menggunakan Isi Piringku dari Kemenkes RI. Meskipun mengikuti aturan Isi Piringku, porsi makan yang kecil dan sering dapat menjadi salah satu solusi ketika lansia mengalami perut yang mudah terasa kenyang.
Penutup:
Untuk lansia, pola makan kecil dan sering sangat dianjurkan untuk tiga kali makan dalam satu hari. Dan fokus pada nutrisi kaya serta rendah kalori, sepertii buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein yang berkualitas tinggi. Perhatikan juga kecukupan cairan, memilih makanan yang mudah dicerna (sayuran empuk, buah diblender, daging cincang) dan hindari makanan tinggi lemak, garam, dan gula berlebihan.


