5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Mengenali Ciri-ciri Baby Blues Syndrome dan Cara Mengatasinya

Infoindscript.com – Rangkasbitung, 13 September 2025

Baby blues syndrome adalah kondisi yang dialami oleh sebagian besar setelah ibu melahirkan. Mengingat bahwa ibu yang baru melahirkan cenderung memiliki kekurangan waktu untuk tidur, dan kekurangan waktu untuk diri sendiri. Tidak khawatir jika banyak ibu  yang mengalami depresi ringan dan perubahan suasana hati, saat melahirkan kadar hormon akan turun. Yang dapat mempengaruhi suasana hati, menjadi ibu baru merupakan salah satu momen yang penuh kebahagiaan. Tetapi bisa memberikan tantangan emosional, setelah melahirkan tentu membutuhkan waktu untuk pemulihan, di sisi lain seorang ibu baru perlu menyusui dan merawat bayinya setiap hari.

Apa itu Baby Blues Syndrome?

Baby blues syndrome adalah perasaan sedih, cemas atau emosional yang biasanya dialami oleh ibu hamil  setelah melahirkan. Banyak ibu baru yang mengalami mood swing, merasa lelah secara emosional dan mudah menangis tanpa alasan. Baby blues akan berlangsung beberapa hari, dan paling lama selama dua minggu. Kondisi ini dapat dialami oleh orang tua baru, sudah beberapa kali ia melahirkan, dari segala usia, pendapatan, budaya atau tingkat pendidikan. Baby blues bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, intervensi atau pengobatan. Namun, jika gejalanya tidak hilang setelah beberapa hari atau malah semakin memburuk. Sekitar sepuluh persen wanita yang mengalami depresi paca melahirkan, berbeda dengan baby blues, depresi paca melahirkan adalah masalah yang lebih serius dan tidak boleh diabaikan.

Ciri-ciri Baby Blues Syndrome

Ciri-ciri baby blues adalah perubahan suasana hati dari rasa senang menjadi sedih. Misalnya, merasakan senang dan bangga dengan pekerjaan yang dilakukan sebagai ibu baru. Selanjutnya, ibu baru menangis karena merasa kesulitan dan tidak mampu mengerjakan tugas sebagai ibu baru. Beberapa gejala baby blues adalah sebagai berikut:

  • Kelelahan sehingga membuat ibu tidak mampu mengurus dirinya sendiri.
  • Kehilangan selera makan dan sulit untuk tidur.
  • Merasa mudah ketagihan, mudah marah, dan merasa cemas.
  • Merasa senang dengan tugas bayi.
  • Fokus berkonsentrasi atau mengambil keputusan.

Gejala ini biasanya mulai membaik pada hari ke-10. Namun, jika merasa gejalanya tidak kunjung membaik, sebaiknya meminta bantuan lebih lanjut karena bisa jadi ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Pada awalnya, depresi pasca melahirkan dapat terlihat seperti baby blues karena memiliki gejala yang sama. Termasuk perubahan suasana hati, mudah menangis, cepat marah, dan susah tidur. Perbedaannya depresi pasca melahirkan gejalanya lebih parah, seperti putus asa, merasa tidak memiliki ikatan dengan bayi, merasa tidak berharga, hingga munculnya pikiran untuk bunuh diri atau janji untuk merawat bayi yang baru lahir.

Penyebab Baby Blues

Apa yang menjadi penyebab ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues syndrome hampir tidak diketahui secara tidak pasti. Namun, ada beberapa hal yang menjadi penyebab ibu mengalami depresi ringan pasca melahirkan antara lain:

1. Perubahan Hormon

Tubuh wanita yang baru melahirkan, baik secara normal maupun caesar akan mengalami banyak penyesuaian. Perubahan kadar hormon selama kehamilan dan sesaat setelah melahirkan adalah salah satu penjelasan, mengapa beberapa wanita mengalami baby blues.

2. Kurang Tidur

Kurang tidur selama masa-masa nifas bisa terkait dengan mengapa beberapa wanita mengalami baby blues. Bahwa wanita pasca melahirkan yang kurang tidur cenderung merasa stres, kurang tidur selama trimester kehamilan ketiga juga terkait dengan kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan baby blues. Oleh karena itu, istirahat yang cukup selama kehamilan dan setelah melahirkan penting untuk membantu dan mengatasi baby blues.

3. Stres Ketika Merawat Bayi yang Baru Lahir

Stres dalam menyesuaikan diri menjadi ibu dan merawat bayi yang baru lahir, dapat menjelaskan mengapa wanita merasa lebih sedih atau cemas selama masa baby blues. Memiliki bayi adalah perubahan hidup yang signifikan, dan dapat menyebabkan berbagai emosi seperti takut, khawatir, dan ragu dalam kemampuannya untuk memenuhi tuntutan baru. Hal tersebut wajar sebaiknya wanita pasca melahirkan perlu diingatkan bahwa perasaan ini normal, dan mendapakan dukungan selama masa transisi.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Baby Blues

Faktor risiko tentu dikaitkan dengan reaksi yang lebih intens terhadap baby blues, adapun sejumlah risiko baby blues yang meliputi:

  • Mengalami kehamilan yang tidak diinginkan
  • Tidak memiliki pasangan
  • Rendah diri
  • Takut melahirkan
  • Melahirkan secara caesar, mengalami peluncuran yang berisiko, atau komplikasi pasca persalinan
  • Melahirkan bayi  pertama
  • Riwayat depresi atau kecemasan
  • Kurangnya dukungan sosial
  • Kekurangan vitamin dan mineral tertentu
  • Masalah tidur
  • Usia ibu yang lebih muda

Cara Mengatasi Baby Blues Syndrome

Meskipun baby blues bisa menghilang dengan sendirinya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya antara lain

  1. Istirahat yang cukup: Usahakan untuk tidur saat bayi tidur, meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk mengurus bayi agar bisa beristirahat.
  2. Berbicara dengan seseorang: Menceritakan perasaanmu kepada pasangan, keluarga, atau teman. Jangan memendamnya sendiri, selain itu bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan saran profesional.
  3. Mengonsumsi makanan bergizi: Makanan sehat dan bergizi bisa memulihkan energi serta menjaga suasana hati.
  4. Melakukan hal yang menyenangkan: Menyempatkan waktu untuk melakukan hal yang disukai, seperti menonton film, mendengarkan musik, atau membaca buku.
  5. Bergabung dengan komunitas ibu baru: Berbagi pengalaman dengan ibu baru yang lainnya, bisa memberikan dukungan emosional dan mengurangi rasa kesepian.
  6. Meminta bantuan profesional: Jika gejala baby blues tidak membaik setelah dua minggu, maka segera konsultasikan dengan dokter atau psikolog

Penutup:

Baby blues syndrome ditandai dengan perubahan suasana hati, kesedihan, kecemasan, dan mudah tersinggung yang muncul setelah melahirkan. Biasanya menghilang selama dua minggu, untuk mengatasinya bisa mencari dukungan dari pasangan dan keluarga, meluangkan waktu untuk diri sendiri, menerapkan gaya hidup sehat dengan beristirahat yang cukup dan nutrisi baik, serta jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog jika gejala berlanjut lebih dari dua minggu.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles